Pesanan Kue Kering Milik Binaan Pertamina Meningkat Drastis Selama Ramadan

 

Industri kue rumahan miliknya sejak awal Ramadan ini telah menerima pesanan hingga ratusan toples. Bahkan kapasitas produksi yang biasanya berjumlah 400 kg tiap bulan kini meningkat lebih dari 2 kali lipat hingga hampir 1 ton bahan produksi yang dibutuhkan.

 

Jakarta — Momen bulan Ramadan hingga menjelang lebaran kerap ditunggu-tunggu oleh sebagian pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Terutama mereka yang bergerak di sektor kuliner khususnya kue kering. PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan akan senantiasa membantu mitra binaan agar mampu memenuhi pesanan yang meningkat berkali lipat tersebut.

Inilah yang kini sedang dirasakan oleh Pertiwi. Pemilik usaha UD. Barokah yang berlokasi di Jalan Demokrasi Ujung Lk II, Kel. Sumber Jaya, Kec. Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar ini sedang bergelut dengan pesanan kue kering yang sudah masuk. “Pesanan terus mengalir dan semoga bisa memenuhi seluruhnya” katanya.

Beruntung, pada tahun 2020 lalu, Pertiwi memutuskan bergabung menjadi mitra binaan Pertamina. Modal usaha dan pembinaan yang didapat, dia gunakan sebagai bekal dalam menyambut musim lebaran tahun ini. Mulai dari penambahan alat-alat produksi hingga perbaikan dari sisi tampilan dan pengemasan.

Industri kue rumahan miliknya sejak awal Ramadan ini telah menerima pesanan hingga ratusan toples. Bahkan kapasitas produksi yang biasanya berjumlah 400 kg tiap bulan kini meningkat lebih dari 2 kali lipat hingga hampir 1 ton bahan produksi yang dibutuhkan.

Tak ayal, Pertiwi pun turut membutuhkan jumlah pekerja yang banyak. Dia memberdayakan 15 ibu rumah tangga untuk membantu pekerjaannya. Bahkan sesekali harus ditambah jika pesanan makin membludak. Upaya ini bisa jadi implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Harga yang dipatok Pertiwi untuk kue keringnya berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp150 ribu untuk 1 paket hampers kue kering. Pendapatan pun turut meningkat tajam di masa ini, yang semula sekitar Rp20 juta/ bulan kini bisa meningkat lebih dari 2 kali lipat hingga Rp50 juta. Untuk pemasaran, Pertiwi mengandalkan media sosial Instagram di @dapurcollage dan Facebook Dapur Collage Siantar.

Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menambahkan, Pertamina akan terus mendukung usaha berbasis home industri seperti milik Pertiwi. “Melalui beberapa program pembinaan yang ada, Pertamina akan mendorong pengusaha kecil ini menjadi UMK naik kelas,” katanya.

Menurut Fajriyah, melalui Program Kemitraan, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pertamina senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.

670 kali dilihat, 21 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *