Anies Baswedan Tangkis Info Jakarta Lockdown Jelang Imlek

Jakarta — Menjelang Imlek pada Jumat (12/2), beredar informasi yang cukup meresahkan. Disebut, Presiden Jokowi memutuskan melakukan lockdown DKI Jakarta sejak 12-15 Februari 2021.

Dalam pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp disebutkan pula bahwa selama lockdown semua rumah dan toko harus ditutup, masyarakat tidak boleh keluar. Bagi yang melanggar akan ditangkap, di-swab dan dikenakan denda.

Ternyata informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan kebijakan lockdown akhir pekan tidak dimungkinkan untuk diterapkan di Ibukota hingga 8 Februari 2021 mendatang lantaran Jakarta masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Senada diungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu membantah informasi beredar yang menyatakan pihaknya akan menerapkan karantina (lockdown) pada akhir pekan di DKI Jakarta.

Jangankan melakukan lockdown. Menurut Anies, DKI Jakarta tidak mempertimbangkan untuk melakukan pembatasan ketat tersebut.

Anies menambahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menjalankan skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti arahan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Pusat, yang rencananya akan kembali diperpanjang.

Sekaligus, memastikan implementasi di lapangan berjalan dengan baik dan tertib, bukan hanya pada dua hari atau waktu tertentu saja.

“Pembatasan kegiatan dan segala protokol kesehatan yang berlaku di dalamnya harus kita jalankan bersama secara tertib setiap saat, bukan hanya di akhir pekan, dan bukan hanya di malam hari. Virusnya menyebar terus tanpa mengenal waktu,” tambahnya.

Anies kembali mengingatkan warga untuk menjaga 3M dengan terus memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun, serta atas kesadaran sendiri untuk berdiam di rumah bila tidak ada keperluan esensial.

Sementara itu, Pemerintah akan terus bekerja keras meningkatkan 3T, yaitu kapasitas testing, kapasitas tracing, dan kapasitas faskes (treatment) untuk perawatan.

Anies juga menegaskan bahwa berkaca pada kasus lonjakan sebelumnya di mana setiap selesai akhir pekan panjang, kasus selalu naik dalam waktu 1-2 minggu sesudahnya. Terlebih, pada Minggu depan, memasuki akhir pekan panjang perayaan Imlek.

“Saya imbau, kita semua jangan bepergian ke luar kota, tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, dan sebisanya di rumah saja bila tidak ada keperluan esensial. Ini penting untuk menjaga kasus aktif tidak terus bertambah. Mari jaga terus diri dan lingkungan kita dengan menegakkan 3M,” pesannya.

1,419 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *