Sinar Mas Agribusiness and Food Jalin kemitraan dengan Petani unuk Remajakan Sawit Rakyat

Prosesi penandatanganan perjanjian antara PT Bumi Sawit Permai, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, Koperasi Tiara Sawit Permai Kabupaten Ogan Ilir dan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI) untuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Palembang Sumatera Selatan di Gedung CoHive Uptown, Jakarta Pusat pada Kamis, 10 Desember 2020.

.

 

JAKARTA –PTBumi Sawit Permai, sebagai anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Koperasi Tiara Sawit Permai yang terletak di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan, melakukan penandatanganan perjanjian kredit dengan PTBank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI) untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Gedung CoHive Uptown, Jakarta Pusat.

CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Sumatera Selatan, Iswanto Nadjaja dalam keterangan pers yang diterima redaksi Intifocus.com, Sabtu/12/12/2020 mengatakan, kemitraan strategis ini membantu 84 petani swadaya mendapatkan dana pembiayaan peremajaan sawit lebih dari Rp 60 milyar, termasuk penyediaan bibit, pupuk dan pendampingan teknis untuk total luasan kebun sebesar 511 hektar.

“Tahun ini kami telah melakukan perjanjian kredit dengan total nilai lebih dari Rp 210 milyar dengan 504 petani swadayadi Sumatera Selatan.Diharapkan dengan adanya perjanjian kredit ini, dapat memudahkan petani swadaya dalam melakukan peremajaan sawit, sehingga kedepannya produktivitas kebun dan kesejahteraan mereka bisa meningkat”, jelas Iswanto. Nadjaja.

Kata Iswanto, saat ini industri kelapa sawit Indonesia ditopang oleh kurang lebih 40% petani sawit rakyat. Dengan jumlah tersebut, petani sawit rakyat merupakan sebuah potensi yang besar untuk membantu meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional.

Namun demikian ucap Iswanto, ada beragam tantangan yang ditemui, antara lain kondisi tanaman sudah berumur diatas 25 tahun dengan tinggi lebih dari 15 meter, yang menyebabkan menurunnya hasil TBS 10-15 ton/hektar/tahun dan rendahnya pendapatan petani yang mencapai Rp1.000.000 –Rp 1.500.000/bulan/hektar.

‘’Oleh karena itu dibutuhkan sebuah program kemitraan yang mampu meningkatkan kesejahteraan terutama petani sawit rakyat di Indonesia,’tutur Iswanto.

Iswanto menerangkan, program peremajaan kelapa sawit yang terintegrasi dan berkelanjutan (closed loop business model)melalui perusahaan mitra (bertindak sebagaioff taker), bank, koperasi dan pemerintah dinilai sebagai sebuah model pengembangan yang tepat, untuk memberikan harapan baru bagi para petani sawit rakyat di tanah air.

‘’Program ini bertujuan untuk meremajakan kebun kelapa sawit petani swadaya dengan areal ± 2 juta hektar dengan menggunakan bibit unggul dan bersertifikat serta melakukan praktek agronomi yang baik dan perusahaan mitra sebagai off taker. Dengan demikian diharapkan hasil Tandan Buah Segar meningkat mencapai 23 –25 ton/hektar/tahun, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,’’jelasnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Tiara Sawit Permai, Satria Prana Idbariza mengungkapkan,pihaknya  bersyukur dengan kemitraan strategis yang terjalin antara koperasi, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan BRI untuk membantu para petani mendapatkan pembiayaan peremajaan kebun sawit.

‘’ Selain itu, perusahaan juga membantu kami menyediakan bibit unggul bersertifikat, mengelola kebun dengan praktik agronomi yang baik, menyesuaikan harga TBS dengan harga Dinas Perkebunan, serta sertifikasi lahan dan sertifikasi sawit berkelanjutan (ISPO dan RSPO).// Lili.

556 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *