Sinar Mas Agribusiness and Food dapat Penghargaan Tempo Country Contributor Award 2020

Agus Purnomo, Managing Director Sustainability,Sinar Mas Agribusiness and Food

 

JAKARTA-Tempo Country Contributor Award 2020 berikan penghargaan kepada SinarMas Agribusiness and Food untuk program pencegahan kebakaran hutan dan lahan,Desa Makmur Peduli Api (DMPA).Sebagai bagian dari proses penilaian,dewan juri mengakui kontribusi program Perusahaan terhadap berkurangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area-area dimana program dilaksanakan.

Ajang tahunan Tempo Country Contributor Award telah diselenggarakan Tempo sejak  2018. Tahun ini, Tempo memperluas penghargaan tersebut dengan menambahkan kategori baru yaitu penghargaan atas kontribusi sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Penghargaan CSR diberikan di lima bidang utama, yaitu Bidang Lingkungan, Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, dan Bidang Bencana. Inovasi adalah kunci dari penghargaan CSR ini, dimana program tersebut harus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat dan berkelanjutan.

“Sinar Mas Agribusiness and Food berterima kasih atas penghargaan dan pengakuan atas program DMPA yang diberikan oleh tim juri Tempo Country Contributor Award 2020. Kami bersama pemangku kepentingan lainnya terus bekerjasama untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan. Hanya dengan bekerja sama, kita bisa mewujudkan Indonesia bebas kebakaran hutan dan lahan,”jelas Agus Purnomo, Managing Director Sustainability,Sinar Mas Agribusiness and Food dalam keterangan persnya, Jum’at/11/12/2020.

Agus menerangkan lebih lanjut, sejumlah program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dilaksanakan di Riau dan Kalimantan Barat telah menuai banyak keberhasilan.Kedua area dimana Sinar Mas Agribusiness and Food beroperasi dipilih karena kedua area tersebut paling rawan kebakaran. Program DMPA  sendidi, kata Agus menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat sekitar dan perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran.

‘’Program DMPA Sinar Mas Agribusiness and Food menekankan pada tiga pendekatan yaitu pencegahan kebakaran hutan dan lahan, konservasi, serta ketahanan pangan yang bersifat kolaboratif dan partisipatif,’’tutur Agus.

Kata Agus, para pemangku kepentingan bekerja sama di tingkat akar rumput untuk menjawab permasalahan yang ada, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga menggunakan pendekatan sosial budaya untuk mencegah kebakaran terus terjadi.

Sejak tahun 2016,ujar Agus, program DMPA telah berlangsung di 40 desa di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Lebih dari 1.150 orang telah menerima pelatihan dalam manajemen kebakaran, serta menjadi sukarelawan untuk Masyarakat Siaga Api(MSA).

Agus menambahkan, untuk menjawab ketahanan pangan masyarakat, perusahaan juga telah memperkenalkan pola bertani tanpa bakar di 22 desa yang telah diikuti lebih dari 470 orang petani./ Lili/

587 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *