Sebanyak 1.602 Peserta Pelatihan 3 in 1 akan Dicetak Jadi SDM Industri yang Kompeten

Penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 yang dibuka resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono, secara virtual, Kamis (22/10/2020) diikuti sebanyak 1602 orang yang tersebar di 7 BDI di lingkungan Kemenperin. (Foto : Istimewa).

 

JAKARTA – Sebanyak 1.602 peserta pelatihan  3 in 1 berbasis kompetensi yang tersebar di 7 BDI (Badan Diklat Industri) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) siap dicetak menjadi SDM industri yang berkompeten.

Adapun pembukaan pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi tersebut dibuka resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono secara virtual, Kamis (22/10/2020).

Diselenggarakannya pelatihan  3 in 1 berbasis kompetensi ini, merupakan sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya serap tenaga kerja di masa pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono pada pembukaan pelatihan 3 in 1 tersebut mengemukakan ada tiga pilar utama yang menjadi pendorong pertumbuhan industri nasional yang mesti diperhatikan. Ketiga pendorong yang dimaksud, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang kompeten. Alasannya, SDM yang kompeten dan profesional akan menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi.

‘’Pak Presiden Jokowi sendiri memberi arahan, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Sigit.

Sigit melanjutkan, era revolusi industri 4.0 yang saat ini telah dialami, membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Sigit menambahkan, perlu adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, menjelaskan, pelatihan dengan sistem 3 in 1 ini dirintis Kemenperin sejak 2016 dan telah menghasilkan ratusan ribu tenaga kerja yang terserap bekerja pada berbagai sektor industri manufaktur.

‘’Bahkan sejumlah alumni diklat saat ini, ada yang bekerja pada industri manufaktur di Jepang atau turut andil dalam membangun dan membesarkan industri kecil dan menengah,’’imbuh Eko.

Kata Eko, pelaksanaan pelatihan 3 in 1 yang pembukaannya dilaksanakan pada hari ini (Kamis/22/10/2020) sangat special, karena dilakukan secara serentak oleh 7 (tujuh) Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

‘’Kegiatan seperti ini merupakan kali ketiga di tahun ini, kita melaksanakan pembukaan pelatihan 3 in 1 secara serentak, yaitu sebelumnya dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 dan  10 September 2020 yang diikuti oleh seluruh BDI di lingkungan Kementerian Perindustrian,” papar Eko.

Eko  menyampaikan  peserta pelatihan 3 in 1 yang dilakukan serentak di tujuh BDI dengan rincian sebagai berikut ;

BDI Medan sebanyak 190 orang untuk pelatihan operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit dan operator produksi olahan makanan dan keamanan pangan. BDI Padang sebanyak 130 orang untuk pelatihan pembuatan hiasan busana dengan mesin border manual dan pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan. BDI Jakarta sebanyak 250 orang untuk pelatihan operator garmen dan batik. BDI Yogyakarta sebanyak 444 orang untuk pelatihan jahit upper alas kaki dan assembling alas kaki. BDI Surabaya sebanyak 251 orang untuk pelatihan operator, supervisor dan quality control garmen serta fiber optik. BDI Denpasar sebanyak 117 orang untuk pelatihan animasi. BDI Makassar sebanyak 220 orang untuk pelatihan desain kemasan produk pangan dan aneka olahan berbasis rumput laut.

“Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja dan menyiapkan tenaga kompeten serta memiliki daya saing”, pungkas Eko. ( L. Supaeli).

 

235 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *