Pemda Sleman Tumbuhkembangkan Semangat SATRIYA untuk Wujudkan Tertib Ukur


Bupati Sleman, Sri Purnom, saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Senin (28/9/2020) .

 

 

SLEMAN – Bupati Sleman SriPurnomo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menumbuhkankembangkan inovasi Semangat SATRIYA pada Unit Metrologi Legal di kabupaten setempat.

“Bagi kami, perlindungan konsumen atau masyarakat terkait penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya merupkan prioritas utama. Sementara pendapatan daerah yang diperoleh dari pelayanan tera dan tera ulang bukan menjadi hal yang utama,’’ungkap  Sri Purnomo  saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Senin (28/9/2020)

Untuk itu, kata Sri Purnomo pihaknya terus berupaya membina dan mengedukasi pedagang dan pemilik alat ukur agar peduli dengan ukuran, takaran, dan timbangan melalui inovasi Semangat SATRIYA.

Sri Purnomo menjelaskan, Semangat SATRIYA yang dimaksud yaitu perwujudan dari budaya Selaras, Berakal Budi Luhur, Memberi Teladan, Rela Melayani, Inovasi, Yakin dan Percaya Diri serta memiliki keahlian atau profesionalisme Pemda Kabupaten Sleman dalam memberikan pelayanan publik dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan ukuran, takaran, dan timbangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman RR Mae Rusmi Suryaningsih, menambahkan, beberapa inovasi telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai daerah terib ukur .

‘’Inovasi yang dilakukan Pemda Kabupaten Sleman dalam mewujudkan sebagai daerah tertib ukur, yaitu seperti pengawasan alat ukur secara daring, penggunaan sistem informasi untuk mempermudah proses pelayanan, pembayaran retribusi tera atau tera ulang dengan sistem non tunai, pelayanan tera dan tera ulang sesuai dengan protokol kesehatan,’kata Mae Rusmi.

Mae Rusmi menambahkan, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap produsen barang dalam keadaan terbungkus untuk kategori mikro kecil dan menengah secara door to door dan secara daring.

Direktur Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN)Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin sebagai moderator pada acara webinar tersebut.

Direktur Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN)Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin mengatakan, upaya  Pemda Kabupaten Sleman dengan inovasinya Semangat SATRIYA dalam mewujudkan daerah tertib ukur patut mendapatkan apresiasi.

Apresiasi patut diberikan,ucap  Rusmin, karena Semangat  SATRIYA ini menjadi karakter Unit Metrologi Legal Kabupaten Sleman telah dibuktikan dengan adanya peningkatan kinerja yang cukup signifikan, khususnya untuk alat ukur yang digunakan di pasar tradisional sejak berdiri di tahun 2018.

‘’Pemda Kabupaten Sleman telah memberdayakan dan memperkuat pasar tradisional dan UMKM melalui tertib ukur .Upaya ini dapat mengubah citra pasar tradisional dan usaha mikro dan kecil yang pada gilirannya akan memberikan dampak yang signifikan bagi daerah. Hal sederhana untuk memulai membangun metrologi di daerah,’imbuh Rusmin.

Di tempat terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono  mengatakan,adanya kegiatan webinar ini, diharapkan antara pemerintah daerah dapat saling berbagi informasi dan berbagi pengalaman dalam menyelenggarakan pelayanan tera dan tera ulang serta pengawasan dibidang metrologi legal.

‘’ Inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya.” ujar Veri Anggrijono

Diinformasikan, kegiatan Webinar ini diikuti oleh 761 peserta dari Unit Metrologi Legal Kabupaten/kota di Indonesia, OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, akademisi, mahasiswa dan pihak lainnya.(Lili).

273 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *