Kemendag Apresiasi Pemkab Purwakarta Terapkan Kearifan Lokal dalam Perkenalkan Metrologi Legal

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika jadi pembicara pada webinar diselenggarakan Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan dengan topik “Membangun Metrologi Legal Berlandaskan Kearifan Lokal Kabupaten Purwakarta’’, bertempat di Bale Nagri, Komplek Kantor Bupati Purwakarta, Rabu (12/8/2020).. Sementara Direktur Metroloi, Rusmi Amin bertindak sebagai moderator. (Foto : Istmewa).

 

PURWAKARTA –Kementerian Perdagangan memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pemerintah daerah melalui kearifan lokalnya dalam melakukan sosialiasi metrologi legal atau tertib ukur di wilayahnya.

Direktur Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rusmin Amin mengatakan, segala upaya dari daerah untuk lebih mengenalkan metrologi ke masyarakat ini patut diapresiasi, salah satunya adalah Kabupaten Purwakarta yang memiliki inovasi dengan memperhatikan kearifan lokal. Diantaranya seperti program  ‘’Gempungan di Buruan Urang Lembur’’ dan ‘’Ceu Ati’’ yang memiliki arti Cek Ukur Akurasi Timbangan.

‘’ Kementerian Perdagangan mengapresiasi dan mendukung upaya inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta mulai dari adanya Ceu Ati yang diusung dengan melibatkan komunitas ibu-ibu PKK yang dibina oleh Pembina PKK untuk mempromosikan program metrologi melalui ‘Hayu, peduli ukuran, takaran dan timbangan’ dengan lima langkah CANTiK berbelanja,’ujar Rusmin saat webinar

yang diselenggarakan Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan dengan topik “Membangun Metrologi Legal Berlandaskan Kearifan Lokal Kabupaten Purwakarta’’, bertempat di Bale Nagri, Komplek Kantor Bupati Purwakarta, Rabu (12/8/2020).

Kata Rusmi mengatakan lebih lanjut, Ceu Ati saa ini menjadi ikon ibu-ibu yang peduli ukuran, takaran, dan timbangan di Purwakarta.

Dikatakan ada lima langkah dalam melakukan pengecekan alat ukur, yaitu Cek tanda tera yang ada di timbangan saat berbelanja, Amati timbangan dan posisinya saat digunakan, Nol atau seimbang timbangan sebelum digunakan, Timbang ulang jika merasa belum yakin, Kunjungi juru timbang di pasar dan sampaikan keluhan masalah timbangan.

Sementara Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika sebagai pembicara dalam webinar tersebut mengatakan program Gempungan di Buruan Urang Lembur  ini bisa diharapkan untuk mewujudkan tertib ukur di wilayahnya.

Anne menjelaskan,Gempungan di Buruan Urang Lembur” merupakan bentuk ikhtiar Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat Purwakarta.

‘’Melalui program ini seluruh leading sector dinas yang membidangi pelayanan masyarakat, mendatangi langsung simpul-simpul massa yang membutuhkan pelayanan di satu lokasi,’’ujar Anne.

Bupati Anne melanjutkan, Program Gempungan ini untuk memudahkan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan administrasi yang ada di Kabupaten Purwakarta. Gempungan juga merupakan bentuk pelayanan ekstra dari pemerintah daerah untuk mempermudah kebutuhan masyarakat.

“Gempungan ini merupakan tali kasih pemerintah terhadap warga. Kegiatan ini sudah terjadwal. Jadi, setiap desa dapat giliran untuk dijadikan lokasi gempungan. Jadwalnya sepekan sekali, yakni tiap hari Rabu. Ada sebelas pelayanan tersedia di kegiatan (gempungan) ini, salah satunya adalah kegiatan tera dan tera ulang alat ukur, kita yang jemput bola. Pelayanan tera dan tera ulang alat ukur di acara Gempungan ini gratis,” tambah Anne.

Anne  menuturkan, Program Gempungan masih terus berjalan, karena cukup efektif membantu keperluan masyarakat.

Di samping Program Gempungan, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota memiliki inovasi dalam mensosialisasikan metrologi melalui komunitas Ibu-Ibu PKK yang direpresentasikan dengan karakter bertajuk ‘’Ceu Ati’’ yang memiliki arti Cek Ukur Akurasi Timbangan.

Diinformasikan kegiatan webinar tersebut diikuti sekitar 1006 peserta, Jumlah peserta tersebut diantaranya pegawai unit metrologi di kabupaten/kota di seluruh Indonesia, pejabat eselon 2,3 dan 4 di lingkungan Pemkab Purwakarta dan 17 Camat di Purwakarta beserta jajaranya. Selain itu diikuti juga oleh masyarakat metrologi Indonesia dan perwakilan perdagangan di luar negeri.(Lili).

2,978 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *