Trafik Idul Adha Diprediksi Naik 30 Persen, ASDP Pastikan Kapasitas Penyeberangan Memadai

 

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan agar layanan penyeberangan pada periode Angkutan Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh bertepatan pada akhir pekan ini dapat berjalan lancar, aman, nyaman, tertib dan selamat di seluruh lintasan yang dikelola ASDP dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami mengimbau kepada pengguna jasa mempersiapkan perjalanan dengan sebaik-baiknya termasuk dengan melakukan pembelian tiket melalui Ferizy via _website_ www.ferizy.com, aplikasi di ponsel atau beli langsung di Alfamart. Manfaatkan sebaik-baiknya kemudahan pembelian tiket ASDP, sehingga tidak perlu antre lagi di pelabuhan. Via _online_, tiket dapat dibeli H-60 hingga maksimal 5 jam sebelum keberangkatan Kami berharap, pengguna jasa dapat menikmati perjalanan dengan kapal ferry dengan mudah dan menyenangkan, serta berlebaran dengan keluarga dengan lancar dan berbahagia,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, di sela _virtual press conference, Jakarta, Rabu (29/7).

Periode layanan Angkutan Hari Raya Idul Adha 1441 H ini akan berlangsung mulai 29 Juli 2020 hingga 3 Agustus 2020. Puncak arus berangkat diperkirakan mulai terjadi pada Rabu (29/7) dan Kamis (30/7) dan puncak arus balik pada Minggu (2/8) dan Senin (3/8). Pengguna jasa diimbau agar melakukan perjalanan pada siang hari, sehingga dapat menghindari potensi antrian yang terjadi pada malam hari. Dan pengguna jasa diimbau melakukan check in 2 jam sebelum keberangkatan.

“Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan _long weekend_. Diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik hingga 30 persen dibanding hari normal. Prediksinya, akan terjadi peningkatan signifikan pada kendaraan Roda Dua, kurang lebih 2.800 unit khususnya di 4 pelabuhan utama,” ujarnya.

Ira mengungkapkan, untuk kelancaran layanan penyeberangan di periode libur Idul Adha ini kapasitas terpasang kapal juga memadai, khususnya di 4 pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk. Dengan asumsi kenaikan trafik 30 persen dibanding hari normal akibat pandemi Covid-19, dipastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, sekitar 44,75 persen.

Pada periode layanan Angkutan Hari Raya Idul Adha tahun ini, ASDP juga akan menerapkan proses _screening_ (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan yang berperan untuk memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket. Dengan demikian, penumpukan kendaraan di area toll gate pelabuhan dapat dihindari.

“Kami akan menempatkan personil di lapangan, yang bertugas menyaring pengguna jasa yang belum bertiket agar tidak langsung masuk ke area pelabuhan atau menyaring pengguna jasa yang datang tapi tidak sesuai jam keberangkatannya atau tidak sesuai data identitas yang tertera di _e-ticket_. Kita akan filter, sehingga tidak akan menimbulkan antrian di pelabuhan,” tuturnya.

Kendati layanan Angkutan Idul Adha terjadi di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi _Covid-19_, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat. “Harapan kami agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman dan tetap sehat di masa pandemi _Covid-19_ saat ini. Kunci utamanya, kita semua baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya

Ada 3 hal utama dalam protokol kesehatan yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau _hand sanitizer_, dan pastikan untuk _physical distancing_ minimal 1,5 m – 2 meter. (kuz)

1,021 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *