Wamendag Jerry : Produk IG Komponen Penting dalam Peningkatan Ekspor

Wakil MenteriPerdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Istimewa).

JAKARTA – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) terus mendorong peran produk indikasi geografis (IG) dalam upaya meningkatkan ekspor. Salah satunya dengan menyelenggarakan webinar (web seminar/seminar daring) bertema “Indonesian GI Product Mapping” bagi pegawai Kemendag di lingkungan Ditjen PEN yang diselenggarakan pada 28 April 2020.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2020) mengatakan, produk IG merupakan komponen penting dalam peningkatan ekspor.

‘’Karena itu, kita pun perlu menyelaraskan pemahaman tentang manfaat dan peran produk IG terhadap peningkatan ekspor berkelanjutan di masa depan,” ujar Jerry.

Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menjelaskan, saat ini produk IG yang telah terdaftar di Indonesia tercatat sebanyak 93 produk.

‘Ada enam produk di antaranya merupakan produk IG dari luar negeri. Adapun mengenai informasi jumlah produk IG di Indonesia dapat diakses melalui situs http://ig.dgip.go.id milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,’’sebut Kasan.

Kasan menuturkan, IG merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk. Daerah asal barang dan/atau produk tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan, karena faktor lingkungan geografis yang dimilikinya, termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut.

“Hingga saat ini, belum banyak produk Indonesia yang memiliki IG apalagi di pasar dunia. Kopi Arabika Gayo merupakan satu-satunya produk IG Indonesia yang dilindungi di Eropa atau ber-IG Eropa,” imbuh Kasan. Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan tambahan 21 produk IG pada perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia―Uni Eropa (IEU-CEPA ) yang berlangsung pada 2―6 Desember 2019 di Brussel, Belgia. Secara keseluruhan, IEU-CEPA membahas 17 isu, salah satunya adalah kekayaan intelektual yang membahas publikasi IG.

‘’Produk IG masuk dalam salah satu kelompok kerja perundingan ini, karena dipandang dapat menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia di mata Eropa,’’katanya. (Lili).

394 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *