Pemerintah Terus Dorong Tingkatkan Daya Saing Industri Furnitur

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih (batik cokelat) mengunjungi salah satu stan pameran saat gelaran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020 di Daerah Istimewa Yogyakarta (14/3/2020).

YOGYAKARTA- Industri  furnitur, salah satu sektor industri yang termasuk pertumbuhan terbesar pada tahun 2019, yaitu sebesar 8,35 persen. Demikian juga  nilai ekspor industri furnitur pun meningkat  hingga sebesar 1,95 miliar dollar AS pada 2019, atau naik sebesar 14,6 persen dari tahun 2018.

‘’Namun apabila dilihat dari posisi ekspor furnitur di Asia, Indonesia menduduki posisi ke lima setelah Cina, Vietnam, Malaysia dan Cina Taipe,’’ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Gati Wibawaningsih, di Yogyakarta, Sabtu (14/3/2020).

Karena itu,lanjut Gati, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan daya saing sektor furnitur dengan berbagai terobosan. “Secara nasional Kemenperin telah menyusun strategi untuk peningkatkan ekspor industri furnitur dan kerajinan,” jelas Gati.

Menurut Gati, upaya yang dilakukan yakni melalui penjaminan pemenuhan kebutuhan bahan baku dan penolong di industri manufaktur. Implementasinya, melalui pembangunan material center untuk kontinuitas ketersediaan bahan baku yang berkualitas.

Material Center ini merupakan platform konsolidasi dan integrasi kegiatan logistik bagi Industri Kecil Menengah (IKM) furnitur berbasis teknologi 4.0 dalam rangka peningkatan kapasitas produksi IKM,” ujarnya.

Upaya selanjutnya, melalui implementasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), antara lain melalui optimalisasi belanja modal pemerintah pusat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengaturan impor produk yang sudah bisa diproduksi dalam negeri, serta pengenaan sanksi bagi yang melanggar ketentuan kewajiban penggunaan produk dalam negeri. “Nantinya, bagi pelaku industri sektor ini yang perlu rekomendasi Kemenperin, maka kami akan memberikan rekomendasi,” sebutnya.

Kemudian Kemenperin juga merencanakan Pendirian Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) di beberapa daerah yang menjadi pusat kerajinan nasional, termasuk di Yogyakarta. Kata Gati, keberadaan PDIN ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara berbagai ekosistem dalam upaya menjadikan desain dan inovasi sebagai keunggulan daya saing industri. “Untuk rencana ini kami dari pemerintah pusat, sudah berkomitmen dengan pemerintah daerah di Yogyakarta, termasuk dengan walikota,”imbuhnya. (Lili)

 

450 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *