Tim Stada dari ITB Terpilih Jadi Pemenang Schneider Go Green 2020

Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste, Xavier Denoly
menyerahkan hadiah kepada pemenang Indonesia Schneider Go Green 2020, Tim Stada dari Institut Teknologi Bandung yang akan mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 1 – 5 Juni 2020 mendatang.

 

JAKARTA – Schneider Electric, perusahaan global terkemuka dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi,kembali mengajak generasi muda Indonesia menampilkan BOLD IDEAS untuk mengatasi perubahan iklim dan menjaga lingkungan hidup melalui pengelolaan energi yang efisien melalui Kompetisi Schneider Go Green 2020. Kompetisi tersebut sebelumnya dikenal sebagai ‘Go Green in The City’).

Pada kegiatan kompetisi  ini,Tim  Schneider Electric menilai generasi muda  Indonesia memiliki antusias  tinggi mengikuti perkembangan tren global dalam penerapan revolusi industri 4.0 dan pengembangkan sumber energi baru terbarukan berbasis teknologi.

Adapun yang berkesempatan menjadi  dewan juri pada kompetisi Schneider Go Green 2020, mantan Menteri  Energi dan Sumber Daya Mineral pride 2016 – 2019 ,Ignasius Jonan,dan juri internal dari Schneider Electric yaitu Xavier Denoly, Cluster President Schneider Electric Indonesia and Timor Leste; Indah Prihardini, Human Resources Director Schneider Electric; dan Joko Sutopo, Plant Director Schneider Electric Indonesia.

Akhirnya dewan juri,, Kamis (12/3/2020) memutuskan dan menetapkan Tim Stada dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Vincent Oktavian Kaulika, dan Felicia Shelly terpilih juara pertama Schneider Go Green 2020.

Terpilihnya Tim Stada dari ITB berhak mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 1 – 5 Juni 2020 mendatang.

Vincent Oktavian Kaulika, dan Felicia Shelly pada ajang kompetisi Schneider Go Green 2020 mengusung gagasan untuk mengurangi limbah makanan melalui platform analitik data dan memanfaatkan limbah tersebut untuk memproduksi listrik.

Xavier Denoly mengatakan, pada tahun 2020 ini, kompetisi Schneider Go Green memasuki tahun ke-10 penyelenggaraannya .

‘’ Dalam kegiatan kompetisi ini, kami bangga bahwa setiap tahunnya para mahasiswa ini berlomba-lomba menciptakan inovasi baru dalam memecahkan paradoks energi. Tahun ini, kompetisi Schneider Go Green semakin menarik dimana keempat finalis yang terpilih menaruh perhatian terhadap tren global dalam penerapan revolusi industri 4.0 dan pemberdayaan sumber energi baru terbarukan dengan pemanfaatan teknologi,’’papar Xavier..

Hal ini menurut Xavier menunjukkan, generasi muda Indonesia sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam mengembangkan solusi-solusi baru untuk mengatasi krisis energi dan perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan ekosistem global, mengingat Indonesia memiliki sektor industri yang berkembang pesat dan memiliki potensi energi bersih salah satu yang terbesar di dunia. (Lili).

 

 

432 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *