Importir yang Timbun Bawang Putih akan Diawasi Satgas Pangan

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemnterian Perdagangan, Suhanto

JAKARTA- Pemerintah menyayangkan sikap pelaku usaha dalam hal oknum importir telah memanfaatkan kasus wabah virus corona di China dengan menimbun komoditi  bawang putih. Mereka menganggap kejadian wabah virus  tersebut akan menyebabkan tidak  akan ada kegiatan importasi untuk komoditi bawang putih.

‘’Memang kebutuhan bawang putih  di dunia, sekitar 90 persen  pasokannya berasl dari China. Jadi oknum imporit nakal telah memanfaatkan isu wabahnya virus corona untuk menimbun komoditi bawang putih tersebut,’ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian  Perdagangan, Suhanto kepda wartawan di Hotel Borobudur, Jum’at (6/3/2020).

Kata Suhanto, akibat  ulah  impotir nakal ini telah menyebabkan kelangkaan pasokan bawang putih di pasar, sehingga kondisi ini telah mendorong  terjadinya  kenaikan harga jual di pasar.

‘’Bahkan diperoleh impormasi harga bawang putih di Ambon mencapai Rp 60 ribu lebih  per kg. Akibatnya  konsumen pun menjadi resah atas melonjaknya harga bawang putih ini,’’imbu Suhanto.

Menyikapi terjadinya  kelangkaan pasokan dan kenaikan harga jual,kata Suhanto , pemerintah pun mengancam  pelaku usaha yang nakal itu dmasukkan dalam pengawasan  Tim Satgas Pangan, agar diberikan sangsi.

‘’Adanya ultimatum untuk dilakukan pengawasan itu, akhirnya harga komoditi bawang putih mulai turun. Kami harapkan harga jual bawang putih di pasaran  di kisaran Rp 35 ribu – Rp 37 ribu per kg.,’’pungkas Suhanto.(Lili)

390 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *