Serundeng ‘’Kalapa Indung’’ Kuliner Bandung Tembus Pasar Luar Negeri

Pemilik usaha produk serundeng Kalapa Indung, Tini Gustini sedang melayani pembeli pada acara pameran yang bersamaan Raker Kemendag, di Hotel Borobudur, Jakarta

JAKARTA- Makanan tradisional Indonesia  berbahan baku kelapa, berupa serundeng tidak disangka bisa tembus ekspor. Produk serundeng dengan merek dagang Kalapa Indung ini, tidak hanya dinikmati konsumen di dalam negeri saja, melainkan juga disukai konsumen luar di luar  negeri.

Pelaku industri  produk serundeng sekaligus pemilik merek Kalapa Indung, Tini Gustini mengatakan, produk makanan serundeng yang dibuatnya itu, tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja

‘’Bahkan konsumen dari luar negeri, seperti  Singapura dan Sidney (Australia) selalu pesan. Mereka mengakui, produk makanan serundeng ini cocok di lidah mereka,sehingga  mereka pun membeli terus. Untuk pasar ekspor ini, kami akan berusaha memperkenalkan ke negara lainnya’’kata Tini kepada Intifocus.com ketika berpameran di acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Tini melanjutkan, pihaknya memulai merintis membuka usaha pembuatan serundeng pada 2013 lalu. Adapun alasan memilih memproduksi serundeng, karena mudah mendapatkan bahan bakunya berupa kelapa yang sangat melimpah di Indonesia.

Selain itu juga, ada desakan dari sahabat, keluarga dekat dan tetangga  agar dirinya bisa membantu menyediakan makanan serundeng untuk dijadikan lauk pauk untuk bekal sarapan atau makan siang bagi putra-putri di sekolah.

‘’Pada umumnya yang mendesak saya untuk memproduksi serundeng ini, karena mereka itu termasuk keluarga sibuk sehingga tidak sempat menyiapkan bekal untuk sarapan maupun makan siang bagi  anak-anaknya. Mereka itu menginginkan yang praktis untuk memenuhi kebutuhan keluarga,termasuk kebutuhan makannya yang sehat, bergizi dan bersih’’papar Tini.

Terkait tantangan dan desakan dari sahabat, keluarga maupun tetangga tersebut, akhirknya dia pun memberanikan diri untuk memulai produksi. Berbekal bahan baku yang mudah didapat dan resep andalan dari orang tua, dalam hal ini ibunya, Tini pun merintis usahanya itu.

Serundeng yang diproduksinya itu, ucap Tini mendapat respon baik dari konsumennya. Seiring perkembangan industri rumahan yang lakukannya itu, Tini pun terus melakukan inovasi terhadap produknya. Maksudnya Tini terus berkreasi dengan inovasi untuk memproduksi varian lainnya, seperti serundeng original maupun pedas serta serundeng  kelapa campur kacang. Selain itu, Tini pun mengembangkan produk lainnya, yaitu  goreng ikan teri campur bawang atau campur kacang.

Pada kesempatan itu Tini menyampaikan untuk pembuatan serundeng  Kalapa Indung ini, pihaknya memerlukan bahan baku kelapa parut sekitar 200 kg per bulan. Adapun untuk teri masih kecil, yaitu sekitar 30 kg. Sedangkan bawang merah dan bawang putih sebanyak 60 kg.

‘’Itu bahan baku yang dibutuhkan dalam satu bulan. Namun jumlahnya bisa ditingkatkan,jika pesanan dari konsumen cukup banyak,’’tuturnya

Kata Tini, pihaknya berharap kepada pemerintah, dalam hal ini kementerian teknis, Kementerian Perindustrian untuk bisa membantu dalam pengadaan mesin produksi.

Sementara Kementerian Perdagangan ucap Tini,pihaknya sudah terbantu dalam hal promosi maupun selalu diajak untuk berpameran seperti sekarang ini.

Dia menambahkan, pemasaran produk serundeng Kalapa Indung ini tidak hanya secara off line saja, melainkan juga bisa dipesan secara online dengan memanfaatkan media sosial.(Lili)

655 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *