Bapenda DKI : Bayar E-tax Bisa Lewat Tiga Bank Ini

 


JAKARTA – Penerimaan pajak daerah Tahun 2019 menjadi pekerjaan rumah yang harus secepatnya ditindaklanjuti. Seperti yang diketahui, penerimaan pajak tahun 2019 hanya mencapai Rp 40,2 triliun atau 90.48 persen dari target Rp 44,5 triliun. Hasil tersebut tentunya di luar ekspetasi atau jauh dari apa yang diharapkan.

Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mengambil langkah sejak awal. Selain menggelar door to door, Bapenda DKI juga menggandeng beberapa instansi salah satunya dengan tiga Bank milik pemerintah yakni BRI, BNI dan Bank DKI. Bapenda DKI menandatangi perjanjian kerja sama pelaporan pajak secara online dengan tiga Bank tersebut.

Plt Kepala Bapenda DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, kerja sama bersama tiga bank BUMD dan BUMN merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk optimalisasi penerimaan sejumlah jenis pajak daerah di tahun 2020. “Dari kerja sama ini, kami berharap  penerimaan pajak daerah lebih optimal di tahun 2020,” ujar Sri Haryati di Jakarta, Jumat (21/2).

Sri berharap dengan adanya kerja sama ini dapat berdampak positif kepada wajib pajak (WP) dalam melaporkan pajak dari hasil usaha yang dikelola. Nantinya, Bapenda akan mendapatkan hasil pelaporan pajak sesuai transaksi sebenarnya dan real time. Ia menyebut, empat wajib pajak yang menerapkan pelaporan pajak secara online terdiri dari hotel, hiburan, parkir dan restoran.

“Nantinya pihak bank bersama petugas pajak turun mendata empat jenis usaha di Ibukota dan menginstal alat pelaporan pajak online,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan dua bank BUMN yakni BRI dan BNI sebagai salah satu bentuk kolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta dalam membangun Ibukota. Sedangkan untuk E-Tax Bank BRI menggunakan Teknologi Smart Agent. “Kami juga mengimbau pengusaha hotel, hiburan, parkir dan restoran wajib mengikuti program pelaporan pajak online,” tambahnya.

Sementara, Corporate secretary BRI Amam Sukriyanto menjelaskan, dalam dunia perpajakan, E-Tax atau pajak elektronik sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat. Inovasi program pemerintah di bidang pajak tersebut memfasilitasi Wajib Pajak untuk dapat melakukan pembayaran pajak secara online. “E-Tax ini ditujukan untuk Wajib Pajak yang memiliki usaha dengan sistem digital, diantaranya sektor usaha hiburan, hotel, restoran, dan parkir,” terangnya.

Dengan adanya E-Tax, kata Amam, diharapkan tujuan pemerintah dalam meningkatkan sistem pengawasan dan pemantauan pembayaran Wajib Pajak atas usaha-usaha tersebut dapat tercapai. Selain itu, hadirnya E-Tax juga diharapkan dapat meminimalisir kecurangan terkait urusan pembayaran pajak. Sehingga pembayaran pajak dapat dilakukan dengan mekanisme pelaporan dan pembayaran yang mudah, salah satunya Wajib Pajak tidak perlu lagi membawa uang tunai.

“E-Tax sebagai produk berbasis online menyediakan akses untuk pembayaran pajak para Wajib Pajak kapan saja dan di mana saja,” tutupnya. (kuz)

607 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *