Balai Kemenperin di Semarang Bikin Teknologi Canggih untuk Wujudkan Industri Hijau

Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto (kiri) berbincang dengan Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) Ali Murtopo Simbolon (kanan) ketika melakukan kunjungan kerja di BBTPPI Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/1)2020)..

 

SEMARANG -Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri manufaktur di dalam negeri untuk dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup melalui praktek industri hijau. Hal ini sejalan dengan salah satu program prioritas yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui implementasi industri 4.0, diharapkan dapat memperbaiki pendekatan keberlanjutan yang sudah ada sebagaimana telah disepakati bersama secara global dalam Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Peluncuran Hasil Litbang Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2020).

Program pembangunan industri hijau,lanjut Eko merupakan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Industri hijau merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada BBTPPI Semarang selaku unit teknis di bawah BPPI yang telah menghasilkan teknologi bermanfaat bagi sektor industri agar bisa lebih ramah lingkungan.

Inovasi itu adalah alat pemantauan lingkungan secara real time berbasis Internet of Things (IoT) yang terkoneksi dengan Sistim Informasi Digital (SINDI).

‘’SINDI merupakan sistem informasi digital sebagai dashboard informasi yang terintegrasi dari beberapa layanan jasa teknis di BBTPPI Semarang. SINDI memiliki fitur pelaporan dan evaluasi hasil pengujian laboratorium yang terkoneksi, baik pelanggan sebagai pengguna jasa dan laboratorium sebagai unit penyedia analisis jasa pengujian’papar Eko.

Dia menambahkan,BBTPPI Semarang juga menciptakan reaktor elektrokatalitik pengolah air limbah portable dan pengolahan ozonasi katalitik.

‘’Alat ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola limbah cair dan gas yang dikeluarkan oleh industri, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,’’tutur Eko.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon menyampaikan, sistem monitoring udara secara real time dan online telah diaplikasikan di PT. Ungaran Sari Garments dan CV. Jadi Jaya Makmur.

“Selain diaplikasikan di perusahaan, sistem sistem monitoring udara buatan BBTPPI juga telah di ujicoba untuk memonitor kualitas udara di Semarang dan Bandung,” ungkapnya. (Lili)

 

691 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *