Sepanjang 2019, Sektor Perumahan Paling Banyak Diadukan Konsumen

 

 

Pengurus BPKN memberikan keterangan pers terkait pengaduan konsumen sepanjang taun 2019 yang diterima BPKN.

JAKARTA- Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sepanjangan tahun 2019 menerima pengaduan dari masyarakat sekitar 1.510 kasus.

Dari sekian banyak aduan yang dierima dan dicatat tersebut yang paling banyak terkait perumahan. Sektor perumahan menjadi permasalahan yang massif dilaporkan ke BPKN

‘’Sepanjang tahun 2019 ini, pengaduan masyarakat yang paling dominan adalah terkait perumahan, yaitu sebanyak 1.370 kasus.

Pengaduan masalah perumahan lebih banyak terkait dengan pengembang atau develover nakal yang membebani konsumen,’’kata Wakil Ketua BPKN, Rolas Budiman Sitinjak kepada wartawan, di Jakarta,Senin (16/1/2019).

Dia menambakan, pengaduan lain yang diterima BPKN adalah seputar kasus travel umrah First Travel. Pegaduan ini terkait, para jemaah umrah tersebut tidak mendapatkan haknya untuk menunaikan ibadah umrah, karena  semua aset  milik First Travel diambil oleh negara. (Lili

Sementara Ketua BPKN, Ardiansyah Parman mengatakan upaya perlindungan konsumen tidak dapat dilepaskan dari dinamika dalam negeri dan internasional.

‘’Maksudnya, semua  hal tersebut mempengaruhi dimensi hukum, kebijakan, kelembagaan, logistik, dan penerapan upaya perlindungan konsumen’’tutur Ardiansyah.

Pada kesempatan itu, Ardiansyah berharap seluruh rekomendasi yang disampaikan BPKN ke pemerintah mendapat respon positf. Hal ini akan menjadi modal kuat bagi kami untuk melakukan perlindungan terhadap konsumen

Respon tersebut menurut Ardiansyah merupakan bentuk dukungan kuat dari pemrintah terhadap segala upaya perlindungan konsumen di Indonesia. (Lili).

409 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *