Sebanyak 151 Perusahaan Raih Penghargaan Industri Hijau 2019

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono (tengah) bersama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Eko S.A Cahyanto (kiri) memberikan kepada salah satu penerima Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2019 di Jakarta, Senin (16/12/2019).

 

JAKARTA-Kementerian Perindustrian menyerahkan penghargaan industri hijau pada tahun 2019 kepada 151 perusahaan. Jumlah penerima penghargaan tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun 2018 sebanyak 143 perusahaan. Dari 151 perusahaan itu, di antaranya 99 perusahaan adalah kelompok industri agro, kemudian kelompok industri kimia farmasi dan tekstil sebanyak 42 perusahaan, serta kelompok industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika sebanyak 10 industri.

“Tahun ini, sebanyak 85 perusahaan industri menerima penghargaan level 5, sedangkan 53 perusahaan industri menerima penghargaan level 4,”ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau, Rintisan Teknologi, Litbang Unggulan, Penyerahan Sertifikat Industri Hijau dan Pemenang Sarana Penelitian Industri Terapan (SPIRIT) Tahun 2019 di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Sigit mengatakan lebih lanjut, Kemenperin sedang mengembangkan program Sertifikasi Industri Hijau, yaitu pengakuan yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau untuk menyatakan bahwa perusahaan industri telah memenuhi Standar Industri Hijau (SIH).

‘’Melalui Standar Industri Hijau, perusahaan diarahkan untuk lebih efisien dan efektif dalam menggunakan sumber daya alam, bahan baku, energi, air, dan lingkungan hidup serta terus melakukan continuous improvement.,’’kata Sigit

Pada tahun 2019, ,ucap Sigit sebanyak 18 perusahaan industri berhasil mendapatkan Sertifikat Industri Hijau. Perusahaan-perusahaan tersebut berhak menggunakan logo industri hijau sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

“Pada tahun ini juga diserahkan sertifikat kepada 8 perusahaan industri yang telah melaksanakan surveillance tahunan dalam rangka mempertahankan sertifikat industri hijaunya,” imbuhnya.

Ribuan industri hijau

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Eko S.A Cahyanto menyampaikan, program Penghargaan Industri Hijau sudah dimulai sejak tahun 2010 dan kepesertaannya bersifat partisipatif, sukarela (tidak ditunjuk) dan terbuka bagi seluruh industri nasional baik skala besar, menengah maupun kecil.

“Sepanjang tahun 2010-2019, tercatat sebanyak 1.042 perusahaan yang mengikuti penghargaan dan telah lolos mendapatkan predikat sebagai industri hijau sebanyak 895 perusahaan (86%),” terangnya.

Selain penghargaan industri hijau,kata Eko, Kemenperin juga memberikan Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek). Ini merupakan apresiasi tertinggi pemerintah kepada industri yang telah secara luar biasa menghasilkan kegiatan perekayasaan, invensi, dan/atau inovasi teknologi yang berhasil diproduksi dan dikomersilkan.

Penghargaan Rintek telah dilaksanakan sejak tahun 2006. Hingga tahun 2018, terdapat 46 perusahaan industri yang dinilai layak diberikan penghargaan. Pada tahun 2019, dari 32 perusahaan yang mendaftar, terseleksi 8 perusahaan industri yang memperoleh penghargaan atas kegiatan perekayasaan, invensi, dan/atau inovasi teknologi yang berhasil diproduksi dan dikomersilkan.

Berikutnya, Penghargaan Litbang Unggulan diberikan kepada peneliti atau perekayasa dari unit-unit kerja Balai Besar dan Baristand Industri di lingkungan BPPI Kemenperin, yang telah menghasilkan kegiatan litbang unggulan berorientasi industri.

“Penghargaan tersebut diberikan sejak tahun 2002, dan telah menghasilkan 95 hasil litbang terbaik,” ujarnya. Pada tahun 2019, dari 22 Balai di lingkungan Kemenperin yang mengajukan makalah Hasil Litbang Unggulan, dipilih tiga pemenang Hasil Litbang Unggulan kategori Industri Agro dan tiga pemenang kategori Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (KFTLMATE).

Selain itu tambah Eko, Penghargaan Sarana Penelitian Industri Terapan (SPIRIT) merupakan hibah penelitian yang diserahkan kepada dosen-dosen di politeknik dan akademi komunitas di lingkungan Kemenperin. Penelitian yang dilakukan menghasilkan inovasi produk, inovasi teknologi, inovasi proses produksi, publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional serta paten. Pada tahun ini, Penghargaan SPIRIT diberikan kepada 5 pemenang dari 19 tim penelitian yang diseleksi. (Lili)

 

 

625 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *