Tiga Program Strategis Upaya Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

JAKARTA: Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan upaya meningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan melalui tiga program strategis.

‘’Ketiga program ini adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani),’’ujar Mentan Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/12/2019).

Menurut Syahrul lebih lanjut, ketiga program strategis tersebut harus saling terkait,sehingga kesejahteraan petani bisa terwujud.).

Dijelaskan, program KUR adalah program strategis yang diperuntukan untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu ke hilir melalui akses yang lebih mudah. Program ini diharapkan mampu menopang dan memperkuat potensi pertanian di daerah-daerah.

“Kementan sendiri memiliki anggaran Rp 50 triliun dari total plafon anggaran sebesar Rp190 triliun, dengan suku bunga rendah, yaitu 6 persen,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Selain itu, kata Syahrul, Kementan juga memiliki program penguat melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks). Gerakan ini dibuat sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian agar bekerja dengan cara yang tidak biasa.

“Tentu kita bisa bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerja sama yang kuat. Dengan begitu, akses informasi terkait potensi komoditas ekspor di masing-masing daerah terbuka lebar dan memiliki tujuan ekspor yang bisa diakses melalui aplikasi peta potensi ekspor dan IMACE (Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export,” papar Syahrul.

Pada kesempatan itu, Mentan Syahrul mengemukakan Kementan sudah membentuk kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Komando ini nantinya akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan di tiap kecamatan.

“Semua kita kendalikan dengan artificial intelligence seperti pengendali AWR (Agricultural War Room). Kendali ini dipersiapkan sebagai pengatur lalu lintas data pertanian yang bisa berubah-ubah setiap hati,” tuturnya. (Lili)

266 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *