Lima Hal Diperhatikan, Sektor IKMA akan Berdaya Saing Tinggi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kemeja putih, depan) didampingi Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih (kanan) meninjau salah satu stan peserta pameran pada rangkaian acara Semarak Festival IKMA 2019 di Jakarta, 11 Desember 2019.

 

JAKARTA- Menteri Perindustian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan untuk membentuk sektor Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) memiliki daya saing tinggi, harus memperhatikan lima hal. Kelima hal yang dimaksud yaitu yaitu pemanfaatan era digital, kreativitas, produk dan SDM yang berkualitas, promosi dan pemasaran, serta kemitraan.

Hal tersebut disampaikan Menperin Agus pada acara gelaran Semarak Festival IKMA 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu(1/12/2019).

Kementerian Perindustrian senantiasa mendukung kemajuan sektor industri kecil menengah dan aneka (IKMA) nasional dengan sejumlah program yang dapat disaksikan melalui gelaran ‘Semarak Festival IKMA 2019’.

“Pelaksanaan acara ini merupakan salah satu perwujudan Kementerian Perindustrian untuk turut berperan dalam peningkatan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya pada Industri Kecil, Menengah dan Aneka,” ujar Agus.

Salah satu kegiatan yang dilakukan pada acara ini adalah Penganugerahan Penghargaan “Startup4Industry”.

Maksud dari program Startup4Industry tersebut untuk mendukung transformasi digital industri manufaktur dengan mencetak startup penyedia teknologi bagi industri kecil dan menengah.

“Disinilah aspek pemanfaatan era digital yang diharapkan dapat menumbuhkan startup dengan produk berbasis industri generasi keempat, menjembatani antara inovasi dengan kebutuhan industri serta memunculkan success story startup sebagai techno provider industri,” ujar Menperin.

Aspek berikutnya adalah kreativitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan ruang kreatif yang lebih luas kepada generasi muda adalah memberikan penghargaan Lomba Desain Indonesia Footwear Creative Competition.

“Kami ingin memperkenalkan lebih dekat tentang alas kaki pada generasi muda, agar industri kreatif di sektor alas kaki dapat semakin berkembang.”tuturnya.

Aspek yang ketiga adalah produk dan SDM yang berkualitas, di mana Kementerian Perindustrian sangat mendukung aspek ini dengan memberikan fasilitasi untuk pengembangan produk kepada IKMA.

Adapun fasilitas tersebut yakni Fasilitasi Sertifikasi untuk berbagai komoditi, Restrukturisasi Mesin/Peralatan IKM,Fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Fasilitasi SNI, Sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), dan Sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP).

Kemudian, Penerapan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), Ijin Edar bagi IKM Kosmetik, Bantuan Cetak Kemasan, Kekayaan Intelektual dan Test Report Mesin TTG.

“Selain itu kami juga memberikan fasilitasi untuk pengembangan SDM diantaranya untuk Sertifikasi Kompetensi Kerja Barista, Pakaian Jadi, Teknis Reparasi AC dan Finishing Mebel Kayu,” imbuh Agus.

Aspek keempat adalah promosi dan pemasaran dimana Kementerian Perindustrian juga memfasilitasi IKM untuk mengikuti pameran sebagai bentuk promosi dan meningkatkan pangsa pasar.

Aspek yang terakhir adalah Kemitraan. Dalam menghadapi suasana persaingan yang semakin kompetitif, kerjasama dalam bentuk kemitraan usaha merupakan suatu strategi untuk dapat mengembangkan perusahaan.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, melalui program “Semarak Festival IKMA 2019”, diharapkan dapat menjadi pemacu baik bagi IKMA maupun bagi pembina IKMA untuk dapat meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0.

“Kami laporkan juga, pada kesempatan ini  akan dilaksanakan seminar Startup Tech Provider 4 Industry,” ujar Gati.

Sebagai penutup, tambah Gati, akan dilaksanakan talkshow dengan tema “Transformasi IKMA 4.0” yang akan banyak membahas mengenai beberapa isu yaitu bagaimana situasi revolusi industri keempat selama ini, hasil penerapan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index di Sektor Aneka.

Dengan adanya program “Transformasi menuju IKMA 4.0” ini, diharapkan Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri ke-4 ini dengan meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk dapat mencapai tujuan tersebut. (Lili)

 

181 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *