BULOG Siap Kerjasama dalam Penyediaan Pangan Sehat Bergizi

Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Gatot Trihargo.

JAKARTA- Perum BULOG siap bekerjasama  dengan semua pihak, baik dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang memiliki tujuan  sama untuk peyediaan tambahan gizi bagi masyarakat, maupun  konsumen di setiap lini untuk penyediaan pangan sehat bergizi, yaitu beras fortifikasi.

‘’Beras fortifikasi ini  diharapkan dapat menjadi jembatan integrasi kebijakan antar program Pemerintah sehingga dapat mengurangi serta menangani prevalensi stunting dan anemia di Indonesia melalui integrasi dengan program BPNT, pengelolaan CBP serta program pangan lainnya,’’ujar Wakil Direktur Utama Perum BULOG Gatot Trihargo dalam sambutannya pada Seminar sehari dengan tema Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Anemia di Indonesia melalui Beras Bervitamin, Rabu (11/12/2019) di Gedung Serba Guna Oryza BULOG.

Menurut Gatot ,dengan integrasi kebijakan, diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang kreatif, produktif dan berdaya saing tinggi.

Berbicara fortifikasi pangan di Indonesia bukan hal yang baru. Pada tahun 1986, Pemerintah melalui Kemenkes telah berhasil mengatasi masalah penyakit gondok melalui kebijakan yang mewajibkan fortifikasi garam dengan Iodium. Pada tahun 2003, Pemerintah juga telah mewajibkan fortifikasi Tepung Terigu dengan enam jenis vitamin dan mineral. Fortifikasi Minyak Goreng dengan Vitamin A juga sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan sedang dalam proses untuk diwajibkan.

“Oleh karena itu, terkait dengan tugas BULOG untuk mendukung program Pemerintah dalam intervensi gizi sensitif melalui peningkatan akses pangan bergizi, BULOG telah berinovasi dengan menyiapkan beras fortifikasi yang salah satunya dapat disalurkan kepada masyarakat berpendapatan rendah dengan harapan dapat semakin berdaya ungkit untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat,’paar”  Gatot.

Gatot melanjutkan beras fortifikasi atau beras bervitamin yang akan disalurkan oleh BULOG merupakan beras sehat yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng (Zn).

Gatot menambahkan  seminar ini  bertujuan untuk membangun pemahaman peserta mengenai stunting dan anemia, penyebab dan dampaknya, membangun kesepahaman tentang beras bervitamin (beras fortifikasi), proses produksi dan rencana pengembangan kernel sebagai local production serta membangun kesepahaman pentingnya integrasi antar program Pemerintah dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting serta anemia, juga terhadap ketahanan pangan.

Gatot berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi semua, terutama dalam terwujudnya ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang sehat dan bergizi bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Lili)

 

1,250 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *