Pasar Fesyen Muslim Alami Pertumbuhan Signifikan

Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih (kedua sebelah kiri) menjelaskan mengenai peluang pasar produk fesyen muslim. Adapun Indonsia saat ini merupakan produsen fesyen muslm nomor dua di dunia, setelah Turki.

JAKARTA- Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia yaitu mencapai 222 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlahnya mencapai 238 juta jiwa.

‘’ Hal ini tentunya akan meningkatkan permintaan produk fesyen muslim nasional’’ujar Gati pada acara pada acara program MOFP 2019 sekaligus Launching ii-motion 2020, di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Peluang pasar produk fesyen muslim ,kata Gati, juga terus mengalami peningkatan. The State of Global Islamic Economic Report menyatakan bahwa konsumsi fesyen muslim dunia mencapai 270 miliar dolar AS dan pada tahun 2022 diproyeksikan konsumsi fesyen muslim akan meningkat menjadi 373 miliar dolar AS.

Sementara untuk pasar domestik, ucap Gati,  konsumsi produk fesyen muslim mencapai 20 miliar dolar AS dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2 persen. Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen dalam negeri.

Gati menyampaikan, Industri Fesyen Muslim merupakan bagian dari industri fesyen yang dalam satu dekade terakhir ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

“The State of Global Islamic Economic menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan industri fesyen muslim terbaik kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab. Hal ini tentunya menjadi prestasi yang membanggakan bagi kita semua. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia tahun 2020,” pungkas Gati (Lili).

 

 

294 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *