Kemenperin Lahirkan Inkubator Bisnis IKM Kreatif Bidang Kriya dan fesyen

 

Para peserta program Creative Business Incubator 2019 yang hasil karyanya meraih poin nilai tertinggi mendapat penghargaan

JAKARTA – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) melahirkan inkubator bisnis Industri Kecil Menengah (IKM) kreatif bidang kriya dan fesyen melalui Program “Creative Business Incubator 2019” sebagai salah satu rangkaian kegiatan Bali Creative Industry Center (BCIC) Batch I.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih memaparkan, Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman budaya yang cukup besar, karena memiliki sejarah budaya yang panjang dan interaksi budaya yang beragam.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh BPS bekerjasama dengan Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada 2013, terdapat 633 kelompok suku besar di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gati saat memberi sambutan pada Penutupan Program “Creative Business Incubator 2019”, di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Menurut Gati, masing-masing suku tersebut memiliki karya dengan corak khas yang memiliki makna tertentu yang berbeda satu sama lain.

“Berbagai kekayaan berbasis budaya tersebut merupakan keunggulan kita, karena tidak bisa disamai oleh bangsa lain sekaligus merupakan tantangan bagi kita untuk menafsir ulang berbagai tradisi ataupun produk berbasis budaya tersebut agar menjadi keunggulan kompetitif suatu produk dan menarik bagi generasi saat ini,” papar Gati.

Dijelaskan Gati, Inkubator Bisnis Kreatif merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bali Creative Industry Center (BCIC), yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015.

Tujuan dilaksanakannya Inkubator Bisnis Kreatif (CBI BCIC), lanjut Gati untuk meningkatkan kemampuan bisnis pengusaha baru yang bergerak di Industri Kreatif subsektor Fesyen dan Kriya.

Program ini dilaksanakan dalam dua batch, di mana Batch 1 dilaksanakan di Jakarta pada 17 September-5 November 2019; dan Pelaksanaan CBI BCIC Batch II di Denpasar, pada 23 Oktober-7 Desember 2019.

“Inkubator Bisnis Batch I diikuti sebanyak 30 (tiga puluh) tenant incubator, dan telah menyelesaikan seluruh rangkaian materi pelatihan, “tutur Gati.

Para tenant Inkubator Bisnis Kreatif BCIC Batch I akan mengikuti proses kelulusan (Graduation) dan akan ditetapkan 3 (tiga) peserta terbaik, kemudian tenant akan melakukan business pitching di hadapan akademisi, praktisi dan angel investor.

Tim juri business pitching berasal dari perwakilan Universitas Prasetiya Mulya, Kadin, Putera Sampoerna Foundation, Angel Investment Network Indonesia dan angel investor.

Ditjen IKMA juga mengundang pelaku usaha untuk sesi sharing di antaranya Brodo, Mohoi, Adorableproject, Matoa, Noesa dan Noonakusignature.

Sehingga, peserta memahami materi baik dalam hal teori ataupun penerapannya. Kemudian pada 2020, akan dilanjutkan dengan program pendampingan yang mengacu kepada bisnis plan yang sudah disusun.

Program yang sama sudah dilakukan pada tahun 2018 yang diikuti oleh 26 peserta kemudian dilaksanakan pendampingan pada tahun 2019. Hasil daripendampingan cukup bagus karena peserta mengalami kenaikan omset yang signifikan dan perbaikan dari sisi manajemen usaha. 

Program ini ucap Gati, merupakan kolaborasi antara pemerintah, swasta dan akademisi dalam perencanaan, pelaksanaan program, business pitching dan evaluasi. 

“Dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan program, Kemenperkn melibatkan Tim dari Universitas Prasetiya Mulya sebagai salah satu institusi pendidikan bisnis terbaik di negeri,”ujarnya. 

Kemudian lanjutnya dalam melakukan evaluasi perencanaan bisnis dan business pithcing, Kemenperin mengundang Angel Investment Network Indonesia, KADIN, Putera Sampoerna Foundation, BVDI Prasetiya Mulya dan Angel Investor. 

“Mereka diharapkan bisa membantu peserta dalam pengembangan usaha ke depan. Beberapa peserta juga akan mendapatkan fasilitasi untuk memamerkan karya mereka dalam Event MOFP Exhibition yang akan dilaksanakan di FX Sudirman pada 12-16 November 2019,”imbuhnya. 

“Dengan berbagai fasilitasi yang diberikan, kami berharap 30 pelaku industri kreatif bidang kriya dan fesyen ini bisa menjadi ujung tombak dalam pengembangan Industri Kreatif Kriya dan Fesyen di masa depan.”kata Gati.

Dia menambahkan, setelah mengikuti proses Inkubator Bisnis pada tahun ini, peserta akan mengikuti proses seleksi untuk program coaching selama tahun 2020. 

Gati berharap, seluruh peserta Inkubator Bisnis tahun ini bisa mengikuti program coaching yang dilaksanakan pada tahun depan sehingga Bisnisnya bisa tumbuh dengan maksimal dan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja. (Lili)

384 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *