Sempat Tersendat, Huntap Korban Gempa Palu Selesai Desember Depan

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Palu — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas korban bencana Palu mengalami banyak kendala. Karena itu praktis sepanjang setahun terakhir Huntap tersendat.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10/19), Jokowi menyebut masalah perizinan dan pembersihan lahan sebagai kendala. Masalah lain adalah banyaknya Huntap yang harus dibangun, mencapai sekitar 11.000 unit.

Meski begitu Presiden berharap agar seluruh Huntap dapat diselesaikan pada Desember tahun depan.

Berkunjung ke Kota Palu, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Kunjungan dilakukan ke dua lokasi Huntap bagi penyintas bencana alam tanggal 28 September 2018, yakni Kelurahan Duyu dan Tondo.

“Alhamdulillah lahan sudah rampung, dan sekarang yang akan kita kerjakan adalah proses lelang. Di sini selesai, kemudian yang di Sigi juga akan segera diselesaikan, baru masuk tahap konstruksi. Target semua bisa dimulai awal Januari 2020. Kita harapkan pertengahan sampai akhir tahun 2020 bisa selesai semuanya,” tegas Presiden.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, sebagai pengganti Hunian Sementara (Huntara) yang telah dibangun, Kementerian PUPR memprogramkan membangun 8.465 unit Huntap dari target keseluruhan sebanyak 11.465 unit.

Arie menerangkan, kebutuhan lahan mencapai 427,4 hektar dan pembangunannya tersebar di beberapa tempat yakni di Duyu sebanyak 450 unit, di Tondo – Talise 4.878 unit, di Pombewe sebanyak 3.000 unit, serta Huntap Satelit sebanyak 3.460 unit. Pembangunan hunian tetap ini juga melibatkan beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang akan membangun sebanyak 3.000 unit rumah di daerah Tondo.

Dari 8.465 unit yang akan disediakan, Arie mengatakan bahwa 1.600 unit diantaranya akan masuk ke pembangunan tahap pertama dan akan dibangun mulai akhir tahun 2019 ini dan diperkirakan bisa selesai pada April 2020. Sementara sebanyak 6.400 unit sisanya akan dibangun sampai akhir 2020,” jelas Arie.

“Pada tahap awal akan  dibangun sebanyak 1.600 unit menggunakan teknologi rumah tahan gempa Risha tipe 36 dengan biaya pembangunan Rp 50 juta per unit,” tambah Arie.

“Konsep Huntap adalah rumah tumbuh. Untuk itu kami juga tengah membahas usulan warga yang membutuhkan luasan rumah lebih besar, karena jumlah anggota keluarganya banyak, sehingga diharapkan bisa dikerjakan dari awal pembangunan Huntap,” ujar Arie.

Arie menambahkan, selain itu dibangun Huntap Satelit 100 unit di Desa Loru Kabupaten Sigi, 40 unit di Desa Sibalaya Utara, Kabupaten Sigi, 100 unit di Desa Lambara Kabupaten Sigi, 400 unit di Desa Bangga Kabupaten Sigi, 200 unit Desa Salua Kabupaten Sigi, 125 unit di Kelurahan Ganti Kabupaten Nelayan dan 230 unit Huntap di Desa Lompio Kabupaten Donggala.

Selain hunian untuk masyarakat, Kementerian PUPR juga melaksanakan rehabilitasi beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Undata Kota Palu, Rumah Sakit Anutapura Kota Palu, Rehabilitasi Rumah Sakit Tora Belo Kabupaten Sigi, Puskesmas Tipo Kota Palu, dan Instalasi Farmasi Provinsi Sulteng, Kota Palu.

Selain itu juga melaksanakan rekonstruksi sekolah dan madrasah seperti di Kabupaten Donggala sebanyak 22 sekolah dan 14 madrasah, Kota Palu sebanyak 7 sekolah dan 2 madrasah, Kabupaten Sigi  sebanyak 11 sekolah dan 19 madrasah, serta di Kabupaten Parimo sebanyak 2 sekolah dan 6 madrasah.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan Wali Kota Palu Hidayat.

591 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *