Pameran IEAE 2019, Ratusan Produsen Hadirkan Produk Elektronik Unik dan Inovatif

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ikmal Lukman (tengah) diapit Ketua APTIKNAS, Sugiharto Santoso (kiri) dan Ketua APERLINDO, John Manoppo (kanan)  mengamati produk elektronika di salah satu booth pada pameran IEAE, di JIEXPO Kemayoran, Rabu (25/9/201)..

 

JAKARTA- Pameran International Electronic & Smart Apliances Expo (IEAE) yang diselenggarakan Chaoyu Expo  banyak dminati para peserta maupun pengunjung. Pameran yang diselengarakan selama tiga hari, yaitu mulai 25 hingga 27 September 2019, di JIEXPO Kemayoran Jakarta ini diikuti ratusan perusahaan dari Tiongkok, Indonesia dan Malaysa.

Dalam penyelengaran pameran IEAE iini, Chaoyu Expo menggandeng partner lokal, yaitu PT Peraga Nusantara Jaya Sakti (PERAGA EXPO). Pameran IEAE itu sendiri dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Perencanaan  Penanaman Modal BKPM, Ikmal Lukman dan Konsul Ekonomi Kedutan RRC untuk Indonesia, Wang Living, pada Rabu (25/9/2019).

General Manager  Chaoyu Expo selaku penyelenggara Jason Chen mengatakan, pada pamera IEAE ini ditampilkan produk elekronik terkin, antara lain Consumer Electronics, mobil phone & accessories, computer netwok dan  accessories, in-car electronics, security product & smart home, LED & energy saving, home appliance, electronics equipment & components.

‘’Pameran ini memfasilitasi kerjasama bisnis antara pengusaha RRC dengan Indonesia serta negara-negara tetangga,’jelas Jason.

Menurut Jason, pameran IEAE ini merupakan even tahunan dan pada tahun 2019 in merupakan tahun ketiga. Pameran IEAE tersebut banyak diikuti produsen elektronik,karena mereka berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai fokus pasar yang ingin dituju

‘’Dengan dihadirkan gadget-gadget terunik dan inovatif diharapkan menarik minat pengusaha Indonesia untuk menjalin kerjasama,bahkan ada yang bermaksuf menjadikan Indonesia sebagai  basis produksi untuk wilayah Asia Tenggara,’kata Jason.

Penyelengaraan pameran IEAE ini, selain bertujuan untuk menjalin kerjasama bisnis, Chaoyu Expo juga menargetkan penjualan onsport

Menurut Jason Chen, setiap tahunnya terjadi pertumbuhan transaksi selama pameran IEAE berlangsung.

‘’Selain target terciptanya kerjasama bisnis IEAE 2019 juga melayani transaksi langsung dengan konsumen. Dua tahun  sebelumnya, kami berhasil memperoleh transaksi  sebesar 600 ribu Dolar AS dan 800 ribu Dolar AS. Adapun pada tahun ini transaksi di pamaeran IEAE 2019 akan mencapai 1 juta Dolar AS,’’papar Jason.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM. Ikmal Lukman mengatakan, yang menjadi perhatian atau fokus utama pemerintah saat ini adalah perdagangan dan ivestasi. Karena kedua sektor ini merupakan kunci pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi investasi sebesar 30-40% sehingga mampu  menciptakan multiplier effects yang dapat membantu  mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

‘Adapun realisasi investasi industri elektronik di Indonesia selama  periode 2016 – Q2/2019 telah mencapai 2,6 miliar dolar AS  dan masih didominasi oleh modal asing sebesar 2,2 miliar dolar AS atau 87,0%,’’ujar Ikmal.

Menurut Ikmal, dalam kurun empat tahun terakhir, industri elektronik di  Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dengan impor tumbuh cukup tinggi, sementara ekspor relatif stagnan, sehingga ekspor-impor produk elektronik menunjukkan nilai negatif.

Pada kesempatan itu Ikmal mengatakan, Indonesia merupakan negara industri yang mampu tumbuh dengan cepat. Industri elektronik menjadi salah satu sektor manufaktur utama bagi penanaman modal asing dan menawarkan peluang yang menjanjikan baik untuk penanaman modal asing maupun dalam negeri. (Lili)

692 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *