BLU Balai Kesehatan Penerbangan akan Gelar Seminar Risiko Inkapasitasi Sindroma Metabolik

 

JAKARTA – Balai Layanan Umum (BLU) Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) memantapkan kesiapannya untuk menggelar seminar bertema “Risiko Inkapasitasi Personel Penerbangan Kondisi Sindroma Metabolik”. Seminar ini diadakan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan pada personel penerbangan.

“Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 55 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Kesehatan Perhubungan, Balai Kesehatan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan, pengujian, dan pemeliharaan kesehatan personel penerbangan. Salah satu bentuk pemeliharaan kesehatan personel penerbangan adalah memberikan edukasi tentang kesehatan pada personel penerbangan,” tutur Sri Murani Ariningsih (Rindu), Kepala BLU Balai Hatpen usai melakukan persiapan seminar tersebut di Kemayoran, Jakarta, Sabtu(21/9/2019).

Menurut Rindu, kesehatan personel penerbangan merupakan “nyawa” untuk tetap melakukan profesi mereka masing-masing. Seperti diketahui, setiap enam bulan, pilot harus melakukan tes medis (medical examination) atau medex. Begitu pun personel lainnya, seperti awak kabin, Flight Operation Officer (FOO), Air Traffic Controller (ATC), dan personel penerbangan lainnya harus melakukan medex sesuai dengan peraturan penerbangan yang berlaku.

“Karena itulah, menjaga kesehatan bagi para personel penerbangan merupakan hal yang harus menjadi prioritas. “Kami sebagai pembina di bidang kesehatan penerbangan secara berkesinambungan memberikan pengetahuan tentang kondisi berbagai gejala penyakit dan risikonya yang bisa jadi dialami personel penerbangan,” ujar Rindu.

Tujuan seminar, lanjut Rindu adalah memberikan pengetahuan tentang kondisi sindroma metabolik bagi personel penerbangan. Bagaimana terjadinya inkapasitasi atau ketidakmampuan pada pelaksanaan tugas personel penerbangan yang diakibatkan adanya sindroma metabolik. Bagaimana pula cara pencegahan kondisi sindroma metabolik.

Sindroma metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas, yang dialami secara bersamaan. Seseorang tidak dianggap mengalami sindroma metabolik apabila hanya menderita salah satu kondisi tersebut.

Kondisi-kondisi yang terdapat di dalam sindroma metabolik merupakan faktor risiko untuk mengalami penyakit yang serius. Sindrom ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, juga diabetes.

BLU Balai Hatpen akan mengundang para personel penerbangan di Indonesia, termasuk yang memiliki wewenang dalam bidang kesehatan di instansi atau perusahaan terkait penerbangan. Seminar akan dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 1 Oktober 2019.

Selain seminar tersebut, BLU Balai Hatpen juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Pada 9-10 September 2019, ikut serta dalam pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Setjen Kementerian Perhubungan di Labuhan Banten. BLU Balai Hatpen menugaskan seorang dokter umum, dua dokter gigi, dan seorang perawat pada pengobatan gratis yang diikuti kurang lebih 300 pasien itu.

Pada 13 September 2019, BLU Balai Hatpen mengadakan bakti sosial ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia di Cengkareng, Jakarta Barat. “Kami melaksanakan pelayanan kesehatan dan memberikan bantuan berupa sembako. Panti sosial tersebut menampung kurang lebih 250 orang lanjut usia,” ujar Rindu.

Sehari menjelang puncak peringatan Harhubnas, BLU Balai Hatpen menggelar berbagai perlombaan. Jenis perlombaannya adalah memasukkan paku dalam botol, sarung estafet, pipa bola estafet, kelereng sumpit, merias wajah, dan joget balon, yang diikuti pegawai BLU Balai Hatpen serta stakeholders, yaitu dari Garuda Indonesia, Sriwijaya Air,  juga Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Puncak kegiatan yang berlangsung pada 17 September 2019 diisi berbagai aktivitas yang melibatkan seluruh pegawai BLU Balai Hatpen, yang umlahnya 131 personel. Setelah upacara bendera yang dipimpin Kepala BLU Balai Hatpen, dilanjutkan kegiatan donor darah yang dilaksanakan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dengan total 63 kantong darah. Siangnya ada lomba karaoke.

Berbagai kegiatan itu dilakukan untuk mempererat kebersamaan, kepedulian terhadap sesama sesuai dengan tema Harhubnas yang dicanangkan Kementerian Perhubungan, yakni “Merajut Nusantara Membangun Bangsa Bakti Nyata Insan Perhubungan untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju”. “Harapannya, kami dapat meningkatkan semangat dan kinerja dalam memberikan pelayanan Prima (Profesional, Responsibility, Integritas, Mandiri, Akuntabel) tanpa korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Rindu. (kuz)

399 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *