Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Materi Sistem Imun Model Pembelajaran Koopratif Jigsaw pada Siswa Kelas XI MIPA 1 Semester 2 SMA Negeri Kota Sukabumi Tahun Pelajaran 2015/2016

Dra. Hj.Wahban Nur Hartati, M.Pd, Guru SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

HASIL  observasi ditemukan berbagai masalah pada siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi seperti nilai rata-rata kelas hanya 69 dan belum mencapai KKM. Selain itu sikap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran tergolong rendah yang dapat dilihat dari aktivitas siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 pada materi sistem imun dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Jumlah siswa sebanyak 35 siswa.Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini menggunakan dua macam instrumen yakni instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan belajar aspek kognitif siklus I sebesar 65,7% dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 88,6%.

Peningkatan juga terlihat pada nilai rata-rata dari 74,3 pada siklus I menjadi 76,4 pada siklus II. Sedangkan persentase hasil belajar afektif siklus I sebesar 62,9% siswa tergolong kategori tinggi, dan pada siklus II meningkat menjadi 88,6% siswa tergolong kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi pada materi sistem imun.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Biologi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

1.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan pendidikan di Indonesia sangat tergantung pada beberapa faktor di antaranya guru sebagai fasilitator dan motivator bagi siswa, sarana dan prasarana (termasuk model dan media pembelajaran) dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar.

Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendidikan dan mereka berada pada titik sentral dari setiap usaha reformasi pendidikan yang diarahkan pada perubahan kualitatif. Guru bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di kelas. Untuk menunjang tugas tersebut diperlukan pemilihan model yang tepat dan sesuai dengan materi atau konsep yang akan diajarkan (variasi gaya mengajar guru). Model mengajar yang dipakai guru akan berpengaruh pula terhadap cara belajar siswa, yang mana setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda dengan siswa lainnya. Dengan menggunakan model yang tepat diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.

Model yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas dapat membuat suasana kelas menjadi menarik dan disukai  siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami siswa dengan mudah. Keadaan kelas perlu direncanakan oleh guru sehingga dapat terjadinya interaksi antar siswa untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal.

Sejalan dengan perkembangan penelitian dibidang pendidikan, maka ditemukan model-model pembelajaran baru yang dapat meningkatkan interaksi siswa dalam proses belajar mengajar, yang dikenal dengan model pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar, guna mencapai tujuan belajar.

Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar siswa mengalami peningkatan

Berdasarkan hasil observasi dan studi dokumen yang telah dilakukan selama semester 1 kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam Pembelajaran Biologi. Salah satunya yaitu penyampaian materi oleh guru yang kurang bervariasi.

Guru cenderung menggunakan model ceramah dan memberikan handout khususnya pada materi sistem imun, sehingga menyebabkan siswa kurang berminat  belajar biologi dan siswa kurang memahami materi yang diberikan. Hal tersebut berdampak pada hasil pembelajaran yang rendah atau tidak memenuhi standar KKM yaitu 75. Hasil observasi pada kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi diketahui bahwa hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 dalam mata pelajaran biologi masih rendah, terutama dalam pembelajaran materi sistem imun pada tahun pelajaran 2015/2016. Nilai rata-rata ujian biologi materi sistem imun yaitu 69,2. Terdapat 42,8% (15 siswa) yang memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditentukan. Sementara 57,2% (20 siswa) yang memperoleh nilai dibawah KKM yang ditentukan.

Dari data tersebut jelas, hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 pada materi sistem imun perlu ditingkatkan.

Dalam sebuah proses pembelajaran, seharusnya siswa dapat berperan aktif. Peran aktif siswa yang berhubungan dengan kemauan atau motivasi siswa dapat terlihat dari cara siswa mempersiapkan diri sebelum belajar. Siswa yang termotivasi dan ingin berprestasi akan mempersiapkan diri sebelum proses belajar dimulai.

Siswa yang akan mempersiapkan peralatan belajar seperti buku, alat tulis, dan lain sebagainya. Hasil observasi yang dilakukan peneliti (guru mapel biologi) pada siswa kelas XI MIPA 1 Negeri 1 Kota Sukabumi diperoleh sebanyak 45% siswa yang menyiapkan peralatan belajar. Siswa yang mendengarkan saat guru menerangkan adalah sebanyak 56%. Siswa yang mencatat hal-hal penting saat pelajaran berlangsung  sebanyak 20 %. Siswa yang bertanya mengenai materi yang disampaikan oleh guru  sebanyak 15%. Siswa yang mengerjakan tugas  sebanyak 75%.

Indikator keberhasilan belajar adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran oleh siswa. Sedangkan tujuan pembelajaran akan tercapai, apabila mengoptimalkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

Peningkatan hasil belajar dapat dilakukan dengan cara memotivasi siswa, baik motivasi dari diri siswa sendiri maupun dari luar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi adalah dengan model pembelajaran yang bervariatif. Banyak model pembelajaran yang dapat merangsang siswa agar aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Salah satunya yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik dan merasa perlu untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi sistem imun. ( Penulis:  Dra. Hj.Wahban Nur Hartati, M.Pd, Guru SMA Negeri 1 Kota Sukabumi).

 

885 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *