JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS, Penggunaan Permainan Kartu Pasang Tempel dapat Meningkatkan Minat, Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Konsep Memberi Nama dan Menuliskan Rumus Senyawa Karbon dan Strukturnya di Kelas 12 IPA Semester 6

PERUBAHAN  dalam pola pembelajaran dengan menggunakan metoda Permainan Kartu Pasang Tempel  (PKPT) ini  dilakukan karena pencapaian hasil belajar  siswa  tidak mengalami  peningkatan,yaitu di bawah 50% mencapai ketuntasannya. Hal ini  disebabkan selama kegiatan belajar di kelas  konsep tentang pemberiaan nama senyawa karbon,dan penulisan rumus strukturnya, banyak siswa  kurang bersemangat, tidak antusias, mengantuk. Terkait  kondisi seperti ini, maka dilakukanlah suatu langkah kongkrit dengan mengubah pola belajar yang menggunakan metoda bermain kartu yang sudah dikenal siswa, sehingga tercipta pola bermain sambil belajar. Tujuannya untuk  meningkatkan minat  atau  motivasi dan hasil belajar (prestasi) siswa dalam mempelajari  dan mengkaji konsep tatanama senyawa karbon..

Melalui metoda dengan Permainan Kartu Pasang Tempel (PKPT) diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga memudahkan tercapainya hasil belajar yang maksimal dan memuaskan dengan standar 80% siswa mencapai ketuntasan (diatas SKM).

Penggunaan metoda  ini dilakukan di kelas 12 IPA-5 semester 2 di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, ditemukan hasil belajar siswa  pada konsep tatanama ini, umumnya mencapai KKM  di bawah  75% , bahkan bisa mencapai dibawah 50%. Masalah ini di sebabkan oleh beberapa factor, baik dari guru maupun siswa. Salah satunya peranan guru masih terlalu  dominan cenderung bersifat teacher centered dan metode tidak variatif.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan  dan hasil tes pada 1 dan 2 terlihat adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa  terhadap pembelajaran konsep tatanama senyawa karbon, sehingga nilai hasil belajarpun mengalami peningkatan .                                                                                                         

Mengapa Tindakan Kelas Perlu Dilakukan? 

Dalam rangka meningkatkan hasil belajar khususnya untuk memacu penguasaan materi  pelajaran dijenjang pendidikan SMA perlu adanya penyempurnaan proses  belajar mengajar, termasuk  dalam  mata  pelajaran kimia.

Di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, ditemukan hasil belajar siswa pada bidang mata pelajaran kimia, banyak yang belum mencapai standar minimal daya serap siswa ( KKM ) yang telah ditentukan,yaitu 75%. Umumnya dibawah 75% mencapai nilai KKM, bahkan bisa mencapai dibawah 50% Hal ini sangat memperihatinkan, mengingat  tuntutan akademis, maka  setelah melalui diskusi dengan beberapa guru, ternyata rendahnya ketercapaian KKM pada mata pelajaran kimia, secara umum disebabkan oleh 2 faktor, yaitu dari :

Efi Sofia, Guru Kimia sedang melakukan penelitian tindakan kelas materi pelajaran Kimia di Kelas 12 IPA 5 SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.

Pihak Guru, seperti :

  • Peranan guru masih dominan dalam KBM, kurang berperan sebagai fasilitator.
  • Belum optimalnya penggunaan alat bantu / media pembelajaran dan perangkat labolatorium .
  • Guru masih kurang dalam memberikan tugas individu / kelompok.
  • Kurang variatif  dalam penggunaan metoda pembelajaran.

Pihak  Siswa, seperti :

  • Minat belajar kimia siswa rendah.
  • Keingintahuan dan  perhatian  siswa terhadap pelajaran kimia  masih kurang.
  • Mengangap pelajaran kimia tidak menyenangkan terutama konsep tatanama senyawa karbon.

Menganggap mata pelajaran Kimia sukar untuk dipahami . Untuk memecahkan masalah ini sangat diperlukan upaya guru untuk bisa menciptakan atau menemukan metoda yang tepat guna untuk meningkatkan  motivasi dan hasil  belajar siswa.

Motivasi dan hasil belajar siswa yang menurun selama ini akibat metode yang kurang menarik bagi siswa, seperti penggunaan mollymod dengan model pembelajaran teacher centered.

Gejala-gejala adanya penurunan ini di tandai dengan penyelesaian tugas yang tidak optimal , kurang gairah dalam pembelajaran di kelas dan hasil belajar/ atau evaluasi kurang memuaskan, suasana mengantuk , banyak yang melakukan aktifitas diluar KBM seperti mengobrol , gaduh ( berisik ) atau membaca buku lainnya, dan kondisi belajar tampak menjenuhkan .

Tindak lanjut dalam pemecahan masalah ini perlu dilakukan suatu Penelitian tindakan kelas, melalui metode baru yaitu PKPT, Permainan Kartu Pasang Tempel dalam konsep memberi nama dan menuliskan rumus strukturnya,  siswa dibawa kedalam suasana belajar yang menyenangkan seperti bermain sambil belajar. Dari permasalahan menurunnya  motivasi dan hasil belajar siswa khususnya di kelas 12 ipa -5 dalam kajian konsep  kimia karbon ini, perlu melibatkan peran aktif siswa ,yaitu menggunakan model belajar  student Center,suatu  pendekatan belajar  yang berorientasi pada cara belajar yang  interaktif  dan komunikatif..

Metode Permainan kartu pasang tempel ( PKPT )  ini merupakan metode yang dirasa cukup inovatif dan konstruktif juga sudah  dikenal dan digandrungi  terutama dikalangan  siswa SMA. Cara yang mudah dan sederhana ini diharapkan  bisa mempermudah setiap siswa dalam belajar konsep  tatanama senyawa karbon dan dapat meningkatkan motivasi  belajar serta   mencapai nilai diatas KKM secara maksima. (Penulis : : Efi Sofia,S.Pd,M.M.Pd, Guru Kimia di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi)

 

851 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *