H+5 LEBARAN, PENJUALAN PERTAMAX MELEJIT

JAKARTA — Data PT Pertamina (Persero) menunjukkan, masyarakat makin berminat pada bahan bakar bermutu tinggi seperti Pertamax. Pada H+5 Lebaran, penjualan BBM dengan RON 92 itu mencapai 19 juta liter. Angka itu 19 persen lebih tinggi ketimbang rata-rata harian.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menjelaskan bahwa permintaan terhadap Pertamax mengatasi kebutuhan akan Pertalite yang juga meningkat sebesar 10 persen.

“Semua jenis BBM kita sediakan, akan tetapi Pertamax lebih banyak diminati pemudik, baik selama arus mudik maupun arus balik. Oni menunjukkan loyalitas pengguna Pertamax cukup tinggi, apalagi untuk perjalanan jauh, membutuhkan performa kendaraan yang prima, sehingga harus didorong oleh BBM berkualitas dan ramah lingkungan,” ujar Adiatma dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan laporan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, lanjut Adiatma, Pertamax merupakan satu-satunya BBM yang konsisten naik sejak arus mudik. Bahkan, Pertamax tercatat naik hingga 2% pada hari H, di saat seluruh jenis BBM mengalami penurunan atau minus.

Permintaan terhadap Pertamax meningkat bertahap sejak arus mudik mulai dari 10%, 17%, 25% serta pada puncak arus mudik meningkat hingga 49%.

Meskipun masa cuti bersama telah usai, lanjut Adiatma, Satgas Ramadhan dan Idul Fitri akan terus bekerja hingga H+15, untuk melayani arus balik yang kemungkinan terjadi pada akhir pekan dan pekan depan, bersamaan dengan berakhirnya masa liburan sekolah.

Pertamina terus menyiagakan BBM di 3.692 SPBU yang berada di jalur mudik di Pulau Jawa hingga Madura, baik jalur tol maupun arteri. Pertamina juga menyiagakan 117 Kantong BBM untuk stok BBM bagi SPBU yang berada di jalur padat pemudik.

Layanan khusus selama Satgas Ramadhan dan Idul Fitri juga tetap disiagakan antara lain Kiosk Pertamax di 72 titik, Motoris Kemasan 283 unit, Mobile Dispencer 32 unit serta 13 Serambi Pertamax. Semuanya disiapkan mulai di jalur tol operasional, tol fungsional serta jalur non tol.

Suplai LPG juga terus ditingkatkan di atas rata-rata normal harian serta menyiagakan 31 ribu pangkalan di seluruh tanah air. Stok BBM maupun LPG secara nasional juga dalam kondisi aman, rata-rata di atas 21 hari, bahkan LPG sekitar 22 hari, di atas standar nasional yakni 11 hari. (kn)

1,814 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *