HARI PERTAMA MASUK KERJA KEMENTERIAN PUPR PENUH SEMANGAT

JAKARTA — Wajah-wajah penuh semangat meramaikan kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama Lebaran 2018, Kamis (21/6/18).

Suasana kian meriah karena kemarin pula Kementerian PUPR menggelar halal bi halal yang melibatkan seluruh pejabat, staf dan karyawan.

Patut dicatat, sebenarnya di masa cuti bersama sejak tanggal 11 hingga 20 Juni 2018, sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR tetap bertugas mendukung suksesnya arus mudik Lebaran dan menyelesaikan infrastruktur Asian Games 2018.

Pada acara halal bi halal tersebut, Menteri Basuki bersalaman dengan sekitar 2.300 ASN Kementerian PUPR dan diakhiri dengan menyantap hidangan khas lebaran.

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan seluruh ASN Kementerian PUPR di seluruh Indonesia siap kembali bekerja dengan penuh semangat dan tetap menjaga kredibilitas kementerian.

Menteri Basuki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN di kementeriannya dalam melaksanakan tugas membangun infrastruktur di Indonesia, khususnya kepada para Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga dari Aceh hingga Papua yang telah bekerja keras dalam pelayanan jalan dengan kondisi mantap.

Namun untuk mewujudkan mudik selamat, aman dan nyaman, selain infrastruktur juga perlu didukung oleh manajemen lalu lintas dan prilaku pengemudi.

“Pada saat mudik, Kementerian Perhubungan sebagai Koordinator dan Korlantas sebagai penanggung jawab di lapangan, saya berada di belakang untuk men-support dan saya ikuti terus perkembangannya. Pihak Kepolisian menyatakan infrastruktur yang lebih baik tahun ini dibandingkan tahun lalu memudahkan dalam melakukan rekayasa lalu lintas. Tahun depan akan lebih baik lagi karena Jembatan Kali Kuto dan Kali Kenteng sudah tersambung. Selain itu jalan sirip antara Jalan Pantura dengan Jalan Pansela dan ruas jalan lainnya akan kami siapkan lebih baik lagi,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun jalan tol fungsional masih sementara semua, kita upayakan memberikan kenyamanan terbaik. Pada waktu arus balik kita tambahkan rest area sementara sebanyak 6 buah dari semula 5, sehingga total ada 11 di jalan fungsional dari Semarang sampai Brebes,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan bahwa catatan evaluasi arus mudik dan balik lebaran 2018 masih terus dikumpulkan dan akan menjadi evaluasi agar tahun depan agar pelayanan lebih baik lagi.

“Hal yang menjadi catatan dan evaluasi untuk tahun depan salah satunya adalah sistem transaksi tol seperti di Jawa Timur yaitu dari Wilangan ke jalur fungsional Kertosono. Awalnya pemudik harus ke luar dulu kemudian masuk Bandar sehingga ada beberapa yang menempelkan kartunya kurang sesuai jadi tidak terdeteksi dan harus bayar tunai,” jelasnya.

Menurutnya tantangan tahun depan akan berbeda, apalagi jalan tol trans Jawa sudah operasional, oleh karena itu untuk sistem transaksinya kita akan persiapkan mana yang terbaik dan memudahkan masyarakat.

Pada saat pemantauan arus mudik dan balik lebaran 2018, Arie mengaku terjun langsung memantau perkembangan arus mudik dan balik di Jalur Nasional. Dari hasil pantauannya, jumlah kendaraan yang menggunakan jalan arteri nasional juga banyak, termasuk Jalur Pantai Selatan yang sudah dipromosikan sebelumnya.

1,382 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *