INILAH BATAS KECEPATAN KENDARAAN YANG PERLU PEMUDIK KETAHUI

JAKARTA — Selain mengontrol kondisi kendaraan, para pemudik yang bermaksud kembali ke Jakarta pun perlu mengecek kecepatan kendaraan. Terutama saat melaju di jalan bebas hambatan.

Batas kecepatan kendaraan diatur dalam UU No 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Di dalamnya disebut batas kecepatan ditentukan berdasarkan kawasan permukiman, perkotaan, jalan antarkota, dan bebas hambatan.

Dalam ayat 4 pasal 21 UU Lalu Lintas disebut batas kecepatan paling rendah pada jalan bebas hambatan ditetapkan dengan batas absolut 60 (enam puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas.

Penetapan batas kecepatan ditetapkan secara nasional dan dinyatakan dengan rambu lalu lintas, yaitu, paling rendah 60 (enam puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus) kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.

Untuk jalan antarkota kecepatan paling tinggi 80 (delapan puluh) kilometer per jam, paling tinggi 50 (lima puluh) kilometer per jam untuk kawasan perkotaan, dan paling tinggi 30 (tiga puluh) kilometer per jam untuk kawasan permukiman.

Pelanggaran terkait batas kecepatan kendaraan berpotensi memicu sanksi berupa denda bagi pengemudi. Pelanggaran terhadap batas kecepatan paling tinggi maupun paling rendah berupa pidana kurungan paling lama 2 bulan, atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (kn)

384 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *