JOKOWI SANGGUPI BANGUN 2 RUSUN SANTRI DI INDRAMAYU

Presiden Jokowi dan keluarga besar Ponpes Darul Ma’arif menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, saat berkunjung ke pondok pesantren itu di Kec. Kaplongan, Kab. Indramayu, Jabar, Kamis (7/6) siang. (Foto: Oji/Humas)

INDRAMAYU — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyanggupi permintaan untuk membangun dua rumah susun tiga lantai untuk para santri Pondok Pesantren Darul Maarif di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Kaplongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Permintaan diajukan KH Dedi Wahidi, pengasuh Ponpes Darul Maarif, ketika dikunjungi Jokowi, Kamis (7/6/18) siang. “Mengenai rusun untuk para santri putera dan puteri, tadi diminta oleh beliau dua rusun tiga lantai, saya sampaikan saya sanggupi untuk segera dibangun,” kata Jokowi dalam silaturahmi dengan dengan santri, siswa dan mahasiswa di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.

Setelah Lebaran Jokowi berencana datang kembali ke Darul Maarif untuk mengecek lokasi pembangunan rusun.

Kepada para santri Jokowi mengaku telah dua kali berkunjung ke Ponpes Darul Maarif. Menurut Jokowi Darul Maarif merupakan pesantren tercantik, terindah, dan terbersih sejauh pengalamannya selama ini. Ruangan, tanaman, hingga waduk di komplek pesantren sangat tertata dan terjaga dengan baik.

“Saya pernah masuk ke banyak sekali pondok pesantren, tapi sekali lagi Pondok Pesantren Darul Ma’arif adalah pondok pesantren yang terbersih, tercantik, dan ter ter yang lainnya,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menilai, Pondok Pesantren Darul Ma’arif itu adalah pondok pesantren yang dikelola dengan manajemen sangat modern dan baik. “Saya tidak kaget kalau banyak masyarakat ingin menyekolahkan putera-puterinya ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif ini,” kata Presiden Jokowi.

Sadar Perbedaan

Dalam bagian lain sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif, bahwa kemajukan yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah dari Allah SWT.

“Berbeda suku, berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi. Inilah negara kita Indonesia, ini perlu saya mengingatkan kepada kita semuanya, kita harus terus merawat, terus menjaga, perbedaan-perbedaan itu sebagai sebuah kekuatan,” pinta Kepala Negara seraya mengajak para santri dan masyarakat yang hadir di acara tersebut menjaga ukhuwah islamiah, menjaga ukhuwah wathoniyah, dan menjaga ukhuwah insaniyah.

Ditegaskan Jokowi, meski majemuk namun semua warga masyarakat dapat bersatu dan saling menghargai perbedaan. Menurut Jokowi, persatuan dan penghargaan atas perbedaan itu merupakan berkat karena Indonesia memiliki ideologi Pancasila.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar, Koodinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

496 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *