MUSAWIR : SAAT INI DUKUNG PENCALONAN RIZIEQ BUKAN YANG TERPENTING

JAKARTA — Ketua Partai Demokrat Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Musawir Azis Isham, mengatakan bahwa saat ini yang perlu dibicarakan bukanlah apakah partainya akan menjadi peserta Koalisi Keumatan sehingga turut mencalonkan Habib Rizieq sebagai calon presiden.

Melalui sambungan telepon, Senin (4/6/2018) petang, politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu itu mempersoalkan persyaratan persentase partai pengusung calon presiden dan calon wakil presiden.

Mestinya, kata dia, saat ini nilai ambang batas partai pengusung nol persen, bukan 20 persen. Alasannya, angka persyaratan itu dihitung berdasarkan hasil pemilihan tahun 2014.

“Padahal tahun depan bisa saja angka itu berubah, bisa bertambah bisa juga berkurang,” kata Musawir.

Dengan angka persyaratan nol persen maka partai-partai baru seperti Perindo dan PSI pun dapat menjadi pengusung calon. “Saat ini kan mereka (Perindo dan PSI) hanya di posisi pendukung, bukan pengusung, karena belum dapat dihitung persentasenya,” papar Musawir lagi.

Mengusung kader sendiri

Sebelumnya, Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto menegaskan partainya ingin mengusung kader sendiri. Dia mengatakan hal itu untuk menanggapi Persaudaraan Alumni 212 yang merekomendasikan Habib Rizieq sebagai bakal calon presiden.

“Kader menginginkan agar dalam Pilpres 2019 Demokrat mengusung kadernya sendiri untuk berkompetisi,” kata Didik, Senin (4/6/2018).

Sejauh ini menurutnya Demokrat terus berusaha dan mendorong agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pemimpin bangsa. Menurutnya putera kandung Susilo Bambang Yudhoyono itu merupakan sosok pemimpin visioner, cakap, kuat, dan peduli serta mengerti apa yang harus dilakukan untuk rakyat.

Alasan mendorong Rizieq

Hasil rakornas Persaudaraan Alumni (PA) 212 ingin mengusung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai bakal capres di Pemilihan Presiden 2019. Ketua Presidium PA 212, Slamet Maarif mengatakan ada beberapa alasan kuat mendorong Rizieq Shihab jadi capres.

“Seperti sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar yang selain pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan. Di era kejayaan Islam dia seorang ulama dan dia pemimpin negara,” kata Slamet

Selanjutnya, selain Habib Rizieq, PA 212 juga merekomendasikan tokoh lain sebagai bakal capres seperti Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan. (kn)

5,549 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *