JIKA SANTRI MENULIS, INI YANG DAPAT DIHARAPKAN

TEGAL — Para santri diminta mewarnai media sosial dengan tulisan bermutu, obyektif, dan santun guna menebarkan Islam yang damai.

Permintaa dilontarkan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, Eko Jati Suntoro. Dia membuka kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) di Aula Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.

Eko yang mewakili Pejabat Sementara Bupati Tegal, Sinoeng Nugraha Rachmadi mengatakan, pesantren bukan hanya pusat syiar Islam, akan tetapi juga benteng dari pengaruh asing yang tidak sesuai norma dan etika dalam kehidupan berbangsa.

“Pesantren adalah benteng dari filter berkembangnya paham radikalisme yang memecah-belah persatuan dan kemajemukan bangsa,” tandas Eko.

Saat ini, lanjutnya, berjuang untuk kepentingan bangsa tidak dilakukan dengan mengangkat senjata, akan tetapi dengan mengangkat pena. “Karya-karya terbaik bisa memotivasi dan mempersatukan anak bangsa. Musuh bangsa sebenarnya adalah kebodohan dan kemiskinan,” katanya.

Gerakan Santri Menulis diikuti oleh para santri putra dan putri dari semua angkatan, sejak Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Perwakilan Pondok Pesantren Darul Mujahadah, Ustadz Mudlofar berharap, setelah kegiatan GSM, ada tindak lanjut yang lebih intens berupa pelatihan atau bimbingan agar para santri bisa menulis yang baik.

1,263 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *