INI BERKAH RAMADAN, PEDAGANG KUE SUBUH RAMAI-RAMAI BUKA TOKO ONLINE

JAKARTA — Jangan pandang enteng para pedagang kue subuh di Pasar Senen, Jakarta. Kini mereka telah menjangkau pasar online.

Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan bahwa saat ini para pedagang kue subuh telah memiliki toko online dalam aplikasi GrabFood.

Upaya membuat para pedagang kue itu beramai-ramai merambah pasar online, merupakan hasil kerja bersama Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan UMKM, dan enam marketplace.

“Baru mulai di pasar kue subuh, Senen, gerakan UMKM Jualan Online Ramadan Express. Ini bagian dari upaya Kominfo mendorong UMKM untuk memanfaatkan berkah Ramadan,” kata Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO dan Ekonomi Digital di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (31/05) malam.

Di pasar kue subuh terdapat lebih dari seribu penjual kue. Lis Sutjiati mengatakan, toko online di GrabFood dapat dimiliki para pedagang tanpa harus memiliki smartphone. Menurut Lis, aplikasi itu dapat diperoleh menggunakan handphone biasa.

Rencananya pola jemput bola seperti dilakukan pedagang pasar kue subuh, juga akan berlangsung di sejumlah kota lain.

Dikatakannya pula, respon masyarakat sangat positif. “Semua penjualnya antusias, warungnya sudah bisa di-order online. Senang sekali lihat mereka bahagia, semua pedagang sepanjang jalur yang saya lalui bilang sudah daftar untuk dapat giliran di-onboarding. Dan mereka minta saya pesan lewat grab,” ungkapnya.

Status onboarding, lanjut Lis, sebagai penanda bahwa UMKM atau pedagang yang bersangkutan sudah memiliki lapak online dan bisa dipesan melalui aplikasi. “Tahapan yang akan dilalui mulai dari onboarding atau mendorong pelaku UMKM offline menjadi online kemudian active selling atau pendampingan transaksi online,” tambahnya.

Tak hanya berhenti sampai pendampingan transaksi, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo bidang ekonomi digital itu, setiap UMKM akan didampingi untuk meningkatkan skala bisnisnya. “Kemudian, scale up business untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga go international atau meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional,” jelasnya.

Dalam dialog yang dipandu oleh Indra Bekti, seorang pedagang kue basah mengaku senang dan berharap bisa meningkat pendapatannya. “Kalau jualan online itu mempermudah jualan. Amin bisa jualannya lebih banyak lagi,” katanya.

Kegiatan Ramadhan Express melibatkan enam market place besar di Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Blanja, Shopee, dan GrabFood. “Sejumlah Relawan TIK yang merupakan pelajar SMK dan mahasiswa di 8 kota tempat kegiatan akan membantu proses komunikasi dan sosialisasi,” kata Septriana Tangkari, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ditjen Aplikasi Informatika.

Menurut Septriana Tangkari, pelaksanaan Ramadhan Express akan berlangsung selama dua minggu dari tanggal 29 Mei 2018 s.d. 12 Juni 2018. Adapun kota tempat pelaksanaan antara lain Banda Aceh, Bandung, Jakarta, Makassar, Padang, Samarinda, Solo, Surabaya, Bukit Tinggi dan Tasikmalaya. “Masih ada banyak kegiatan yang siap digelar di pusat produksi, sentra bisnis, atau lokasi yang dekat dengan lokasi pelaku UMKM berjualan,” tambahnya. (kn)

2,299 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *