KETELADANAN PENGHULU NIKAH INI PATUT DICONTOH

JAKARTA — Kejujuran dan keberanian Abdurrahman Muhammad Bakri kini berbuah manis. Kementerian Agama memberi kuota haji kepada pegawai teladan itu.

Setiap hari Bakri bekerja sebagai penghulu muda di Kantor Urusan Agama Kecamatan Trucuk, Klaten, Solo, Jawa Tengah. Catatan Kementerian Agama, dia telah melaporkan gratifikasi sebanyak 59 kali ke KPK. Laporan dilakukan Bakri sejak tahun 2015.

Laporan dilakukan lulusan STAIN Surakarta itu setelah terbit kebijakan tentang gratifikasi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

Jumlah uang gratifikasi yang dilaporkan Bakri bervariasi. Sekali menikahkan Bakri mendapat pemberian dari masyarakat sebesar Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu. Pemberian itu pula yang dilaporkannya ke KPK sebagai gratifikasi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah memberi penghargaan kepada Bakri selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) berintegritas yang diserahkan pada 2 April 2018.

Bakri dikenal sebagai penghulu yang memberi pengertian kepada masyarakat saat mengundang penghulu menikahkan di luar kantor KUA agar tidak perlu memberi uang tambahan di luar biaya wajib Rp 600 ribu.

Dia menjelaskan uang Rp 600 ribu yang sudah disetorkan kepada negara sudah termasuk biaya transportasi dan jasa profesi. Bakri mengatakan kedua orang tuanya mengajarkannya agar jujur.

“Tindak korupsi memprihatinkan di Indonesia sehingga untuk memberantasnya harus dimulai dari diri sendiri,” kata Bakri.

1,508 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *