BASUKI HADIMULJONO, ANAK TENTARA JADI MENTERI

Di bawah asuhan sang ayah yang anggota TNI Angkatan Darat, Basuki Hadimuljono tumbuh menjadi lelaki yang berkemauan kuat dan berdisiplin tinggi. Namun anak tentara juga membuatnya harus sering berpindah tempat tinggal.

SELAMA hampir 31 tahun mengabdi di intansi Pekerjaan Umum (PU), pengabdian dan dedikasinya berbuah manis. Presiden Joko Widodo melantiknya menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tahun 2014.

Dapat dikatakan Basuki Hadimuljono merupakan salah satu tulang punggung keberhasilan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Visi koneksitas Indonesia diwujudkannya. Basuki giat membangun infrastruktur bukan hanya di Jawa untuk mewujudkan Nawa Cita, membangun dari pinggir dan visi pembangunan yang tidak Jawa sentris.

Pegawai teladan Departemen Pekerjaan Umum tahun 1995 ini lahir pada 5 November 1954 di Surakarta, Jawa Tengah. Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dilakoni di Palembang, Sumatera Selatan. Namun sebelum tamat SMP di Palembang, Basuki harus pindah ke Irian Jaya (sekarang Papua). Sebelum lulus Sekolah Menegah Atas (SMA), Basuki pindah ke Surabaya. Di kota yang kini dipimpin Walikota Rismaharini itu Basuki menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 5.

Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 1979. Sepuluh tahun kemudian dia menempuh Master of Science, Civil Engineering di Colorado State University, Amerika Serikat. Tahun 1992 meraih Doctor of Philosopgy, Civil Engineering, juga dari Colorado State University.

Data Pribadi
DR Ir Mochamad Basuki Hadimuljono MSc

Riwayat Jabatan
Proyek pengembangan air tanah Jawa Tengah (1981-1984), Proyek pengembangan air tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993), Direktorat Bina Program Pengairan (1993-2000), Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane (2000-2001), Direktur Wilayah Tengah Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002), Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri (2002-2003), Dirjen Sumber Daya Air (2003-2005), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007), Inspektur Jenderal (2007-2013), Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-sekarang).

Tugas Khusus Nasional
Deputi Operasi Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 Juta Hektar di Kalimantan Tengah (1997-1998), Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh (2004-2005), Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi (2006), Anggota Tim Nasional Penanggulangan Kerawanan Pangan Yahukimo Papua (2006), Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2006-2007).

Tanda Penghargaan
Piagam Penghargaan Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum (1995), Satyalancana Karya Satya X (2001), Satyalancana Karya Satya XX (2003), Satyalancana Karya Satya XXX (2014), Satyalancana Pembanguna (2003), Satyalancana Wirakarya (2005), Satyalancana Kesejahteraan Sosial Pasca Tsunami NAD (2005), Penghargaan Dharma Widya Argya Dalam Menyumbangkan Ilmu Pengetahuan Untuk Kemanusiaan Di Bidang Kebencanaan (2015), Penghargaan The Asean Federation of Engineering Organization, AFEO (2016), International Lifetime Contribution Award dari Japan Society of Civil Engineering, JSE (2017), Sertifikat Insinyur Profesional Utama, IPU (2017), Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) Bidang Infrastruktur dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi, BPPT (2017), Ganesha Praja Manggala Bakti Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (2017).

Prestasi dan Inovasi Teknologi
Pengelolaan Sumber Daya Air : 7 Bendungan diselesaikan, 30 Bendungan sedang dikerjakan secara paralel, 265.000 hektar jaringan irigasi baru dibangun, 1.000.000 hektar lebih jaringan irigasi diselesaikan.

9,123 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *