DULU MUAZIN KINI WAKAPOLRI

Udara pagi menjelang subuh itu cukup dingin. Seorang anak lelaki berusia tujuh tahun, bangkit. Dia berjalan mendekati mimbar masjid di kawasan Makassar, Sulawesi Selatan.

DENGAN lantang anak lelaki bersarung itu melantunkan azan subuh. Suaranya mengalun dan melengking, memanggil umat Islam di sekitar masjid untuk menunaikan kewajiban salat di pagi hari.

Puluhan tahun kemudian, anak lelaki itu menjadi Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri). Dialah Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs Syafruddin, MSi. Dia pula Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dia pun ditunjuk menjadi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games XVIII tahun 2018.

“Saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat Polri akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Syafruddin dalam sumpahnya, saat pelantikan Wakapolri oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian, 10 September 2016.

Selain kesetiaan, dia juga berjanji tidak akan melakukan praktik KKN dan gratifikasi serta senantiasa bekerja demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, bukan kepentingan pribadi serta golongan.

Sebelum menjadi orang nomor dua di lingkungan Polri, Komjen Syafruddin pernah mengisi beberapa jabatan penting dalam kariernya, antara lain ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2004, Wakil Polda Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Selatan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam Polri) dan mulai menjabat Kalemdikpol pada 2015.

Jabatan Wakapolri digenggamnya setelah penjabat sebelumnya, Komjen Budi Gunawan, diangkat sebagai Kepala BIN oleh Presiden Joko Widodo mulai Jumat, 9 September.

Hadiah jubah imam

Di awal April, Syafruddin sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia menerima kunjungan ulama dari Arab Saudi, Syekh Khalid Al Hamoudi.

Pada pertemuan ini, Syafruddin dan Syekh Khalid bertukar cinderamata. Syafruddin mendapat jubah bisht dari Syekh Khalid, “Jubah ini biasa digunakan oleh imam di Masjidil Haram,” ujar Syekh Khalid.

Sebaliknya Syafruddin menyerahkan beberapa buku tentang sejarah masjid-masjid di Indonesia. Dia juga menghadiahi Syekh Halid cincin batu mulia.

Selain jubah imam, Syekh Khalid juga menghadiahi Syafruddin naik haji karena menilai Syafruddin telah mengabdikan diri untuk masjid.

Orang Makassar ketiga

Syafruddin merupakan polisi kelahiran Makassar ketiga yang menjabat orang nomor dua di Mabes Polri.

Yang pertama adalah Letnan Jenderal Polisi Chairuddin Ismail. Pria kelahiran Makassar 1949 ini, menjabat Wakapolri mulai 18 September 2000 hingga 2 Juni 2001.

Wakapolri asal Makassar kedua adalah Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Puang Ocha, sapaan jenderal Jusuf, menjabat 6 Januari 2010 hingga 1 Maret 2011.

1,252 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *