INI PENAMPAKAN RUMAH SUSUN PERTAMA UNTUK PARA PERAJIN TENUN

TANAH DATAR — Perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Hj Mufidah Jusuf Kalla terhadap tenun songket, tak perlu diragukan lagi. Belum lama ini istri Wakil Presiden Jusuf Kalla itu meresmikan Rusunawa dan Sentra Industri Tenun Songket terbesar di Indonesia.

Dalam peresmian di Nagari Tigo Jangko, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Mufidah Jusuf Kalla mengatakan bahwa Rusunawa disediakan agar para perajin tenun lebih produktif dan nyaman selama menjalani pendidikan tenun.

Dalam sambutannya Mufidah Jusuf Kalla menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah membangun Rusun untuk pengrajin tenun di Tanah Datar. Pembangunan sentra tenun tersebut berangkat dari perhatiannya terhadap keberadaan tenun di seluruh Indonesia yang memiliki potensi luar biasa, salah satunya adalah Sumbar. Rusun tersebut akan dimanfaatkan oleh para siswa yang belajar di sekolah tenun pada kawasan tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai peresmian mengatakan, pembangunan Komplek Sentra Tenun Songket di Lintau Kabupaten Tanah Datar sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia dan berharap agar Rusunawa dapat dipergunakan dengan lebih optimal oleh perajin tenun.

“Ibu Mufidah sudah melihat ke dalam tadi untuk mengecek, dan beliau merasa puas dengan kondisi yang ada. Rusun ini memiliki kamar tipe 24 yang di setiap kamarnya dilengkapi tempat tidur bertingkat, lemari, meja, kursi belajar dan kamar mandi di dalam,” kata Menteri Basuki.

Pembangunan Rusun dibiayai APBN tahun Anggaran 2017 dan dilaksanakan dalam waktu 6 bulan. Rusun terdiri dari tower 3 lantai dengan jumlah 35 unit termasuk 2 unit difable dan tersedia ruang serbaguna. Rusun dapat ditempati sebanyak 70 orang.

“Rumah susun ini sangat bermanfaat bagi kita, karena rumah saya jauh dari sentra tenun. Dengan rusun ini, setelah pelatihan saya bisa menginap, karena sudah ada tempat tidur, lemari, dan kondisi sangat nyaman, terima kasih kepada Kementerian PUPR,” ungkap Silwa salah seorang siswa sekolah tenun.

Rusun ini dikerjakan oleh Kontraktor PT. Adhitama Royal Kontruksi dengan nilai kontrak Rp 9,4 miliar dan pengadaan meubelair dilakukan oleh PT. Anugerah Multikont Mandiri senilai Rp 449 juta.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawa Ningsih, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Maryadi Utama, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Syaiful Anwar.

842 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *