Presiden Minta APBD Diarahkan untuk Buka Sawah Baru

Jakarta — Saat ini karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pun menipis.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), APBN menipis karena terkuras untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang mengancam rakyat.

Karena APBD terbatas, Jokowi minta agar para bupati dan walikota tidak membagi rata anggaran tersebut ke setiap dinas.

Jokowi menyarankan agar APBD hanya dikonsentrasikan untuk dua program prioritas.

Dua program prioritas itu berupa pembangunan pasar dan pencetakan sawah baru.

“Saya pingin semua pasar di kabupaten selesai dalam 5 tahun ke depan, ya sudah konsentrasikan angggaran itu ke sana. Saya mau buka sawah baru sekian ribu hektare, ya sudah konsentrasikan ke sana. 60-70 persen konsentrasikan anggaran ke sana,” tutur Jokowi saat membuka Munas V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Jumat (26/3).

Presiden yakin jika dikonsentrasikan ke dua program maka APBD dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Rakyat akan ingat waduh ini besar-besaran membuat sawah, wah ini 60 pasar di kabupaten rampung, dibangun semua, jangan sekali lagi semua diberikan ke dinas,” imbuh presiden.

Menurutnya jika APBD dibagi rata ke semua dinas tanpa prioritas dapat dipastikan tak akan menimbulkan dampak manfaat yang besar untuk rakyat.

Jokowi bahkan mengingatkan, jika rakyat tak merasakan manfaat pembangunan bisa-bisa kepala daerah tidak lagi terpilih dalam pemilihan akan datang.

“Tahu-tahu udah 5 tahun enggak kepilih, karena enggak jelas. Ini bupati kok sudah 5 tahun enggak kelihatan apa-apa karena belanjanya diecer-ecer di semua pos belanja. Sekali lagi lakukan konsolidasi pos anggaran,” terangnya.

Menurut Jokowi, setiap bupati cukup membuat dua program prioritas untuk diselesaikan dalam 5 tahun kepemimpinannya. Jokowi mengingatkan agar program prioritas yang dibuat harus betul-betul terasa manfaatnya oleh masyarakat.

“(Buat) 2 saja skala prioritas yang dibiayai secara penuh, full untuk menghasilkan produk maksimal, cari yang benar-benar ada manfaat langsung untuk rakyat. Saya selalu sampaikan, money follow program. Anggaran harus mengikuti apa yang menjadi prioritas,” tukasnya. ***

1,196 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *