Direktorat Metrologi Buka Peluang Peningkatan Mutu Kopi Nasional Melalui Peran Pengukuran

Direktorat Metrologi dalam acara talkshow yang berjudul Verificoffee: Pengukuran di balik Cita Rasa Kopi, di Bandung, Kamis (18/3/2021 memperkenalkan konsep Verificoffee. Dalam acara talkshow tersebut menampilkan tiga nara sumber, yaitu Direktur Metrologi, Rusmin Amn dan Master Trainer Budidaya Kopi dari SCOPI, Faqih Asikin serta Founder Rumah Kopi Nusantara, Abdul Rochim (Foto : Istimewa).

 

BANDUNG– Direktorat Metrologi membuka peluang peningkatan mutu komoditas kopi nasional melalui peran metrologi atau pengukuran dalam setiap proses pengolahan kopi mulai dari hulu (pertanian) hingga ke hilir (penjualan).

‘’Metrologi memiliki peran penting dalam mendukung penciptaan mutu dan cita rasa kopi Indonesia.  Untuk mendukung penciptaan mutu dan cita rasa kopi, Direktorat Metrologi  memperkenalkan Konsep Verificoffee . Konsep ini untuk memperlihatkan bahwa pengukuran berada dibalik setiap proses dalam pengolahan kopi dan merupakan faktor dasar yang bisa memperngaruhi mutu atau kualitas kopi mulai dari biji kopi hingga cita rasa kopi pada saat disajikan,’’beber Direktur Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin dalam Talkshow yang berjudul Verificoffee: Pengukuran di balik Cita Rasa Kopi,  di Bandung, Kamis (18/3/2021).

Parameter seperti suhu, kadar air, kelembaban, tekanan, dan waktu adalah satu satu faktor yang selama ini masih diukur berdasarkan intuisi para pelaku yang terlibat dalam industri pengolahan kopi di hulu hingga hilir.

“Penerapan teknologi pengukuran dalam setiap proses pengolahan kopi akan menjadi kualitas kopi Indonesia menjadi lebih terukur.” tambah Rusmin

Pada kesempatan itu, Rusmin mengemukakan, Direktorat Metrologi telah menyiapkan infrastruktur pengembangan mutu kopi Indonesia, yaitu berupa Laboratorium Meter Kadar Air yang berlokasi di Direktorat Metrologi, Jalan Pasteur No. 27 Bandung.

Laboratorium yang teritegrasi dengan Café dikembangkan sebagai Learning Center bagi para pelaku undustri pengolahan kopi di sektor hulu dan hilir untuk mengembangkan pengukuran kualitas kopi. ‘’Direktorat Metrologi juga telah menyiapkan peralatan standar uji yang dapat dimanfaatkan bagi pelaku industri yang sekedar ingin menguji akurasi peralatan yang digunakan dalam pengolahan kopi seperti termometer, meter kadar air, timbangan, dan lain-lain atau bahkan ingin menguji tingkat kada air dari bijih kopi yang dimiliki,’’ujar Rusmin.

Rusmin menambahkan, Direktorat Metrologi dan Kementerian Perdagangan secara umum akan menggandeng perguruan tinggi dan juga pelaku industri pengolahan kopi untuk membangun konsep pengukuran yang mendukung peningkatan kualitas kopi.

Selain itu, Direktorat Metrologi juga tidak hanya melakukan pengembangan teknologi pengukuran, tetapi juga pembinaan terhadap apra pelaku sehingga menumbuhkan kepedulian dan pemahaman bahwa pengukuran merupaakn hal yang penting.

“Komitmen kami memberikan kontribusi yang nyata dalam membantu pemulihan ekonomi nasional salah satunya melalui sektor pengolahan komoditi kopi. Metrologi siap mendukung sehingga kopi Indonesia bisa berjaya di pasar dalam negeri dan luar negeri,’tutur  Rusmin.

Sementar narasumber lain, , master trainer budidaya kopi dari SCOPI, Faqih Asikin setuju dengan pernyataan yang disampaikan Direktur Metrologi. Maksudnya, kata Faqih, pengolahan kopi yang terukur menjadi hal yang dibutuhkan oleh petani dan para pelaku industri pengolahan kopi.

“Selama ini, parameter ukuran seperti ketinggian, suhu udara, curah hujan, kelembaban, sifat tanah dan kemiringan serta kadar air, masih konvensional penentuannya.,’kata  Faqih.

Menurut Faqih, bagi pelaku yang terlibat dalam pengolahan, sektor hulu menjadi hal yang penting ,karena akan mempengaruhi kelanjutan proses berikutnya hingga di sektor hilir. Keseimbangan produktivitas dan konsistensi mutu menjadi perhatian utama.

“Kopi di sektor hulu harus menjaga produktivitas agar seimbang. Kopi tidak sekedar ditanam tetapi  ada kecocokan dengan memperhatikan pengukuran dan metodologi yang harus diterapkan” tutur Faqih.

Narasumber lainnya, Founder Rumah Kopi Nusantara Abdul Rochim, yang merupakan user di sektor hilir menegaskan, Indonesia punya jenis kopi yang beragam dan semua jenis kopi tersebut harus diolah sedemikian rupa, sehingga kopi Indonesia bercita rasa tinggi.

“Bagi kami, kopi Indonesia harus enak. Namun perlu upaya keras agar kopi Indonesia punya cita rasa yang konsisten,’’ucap Abdul Rochim.

Abdul Rochim menambahkan,Indonesia mampu menghasilkan specialty coffee terbaik di dunia. Tetapi akan ebih baik lagi apabila dapat memanfaatkan teknologi dan pengukuran dan dibuat standar untuk pengembangan Kopi Indonesia.  (Lili)

 

 

888 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *