BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca Produksi Inggris

Jakarta — Pemerintah akan menggunakan dua jenis vaksin dalam vaksinasi nasional Covid-19. Sejauh ini penyuntikan dalam vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac, dalam waktu dekat juga akan dipakai vaksin produksi Inggris, AstraZeneca.

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca.

“BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat EUA pada tanggal 22 Februari 2021 yang lalu. Vaksin ini dikemas dalam dus berisi 10 vial masing-masing 5 ml,” jelas Kepala BPOM, Penny K Lukito dalam konferensi pers, Selasa (9/3/2021).

Penny mengatakan, vaksin AstraZeneca ini akan diberikan untuk kelompok orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, termasuk lansia. Menurut dia, kategori penerima tak jauh berbeda dari vaksin Sinovac.

“Vaksin AstraZeneca ini adalah untuk usia 18 tahun ke atas, jadi bisa untuk lansia. Kategori (penerima) juga sama dengan vaksin Sinovac sebelumnya. Walaupun ini platformnya berbeda,” tuturnya.

Untuk diketahui, vaksin AstraZeneca dikembangkan tanpa mengandung virus SARS-COV-2 yang dimatikan, melainkan virus lain yang dimodifikasi untuk memicu respons imun (viral vector). Produksi ini berbeda dari pengembangan yang dilakukan perusahaan farmasi Sinovac.

80 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *