Anggota Komisi IV DPR RI  Tinjau Langsung Gudang Bulog  untuk Pastikan Kualitas Beras Program Bansos

Pimpinan Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menjelaskan, kunjungan kerja kali ini difokuskan untuk meninjau langsung dan memastikan tidak ada penyelewengan dalam penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar. (Foto :Humas Bulog)

SUBANG – Anggota Komisi IV DPR RI  berharap beras yang disalurkan untuk program Bansos tahun 2020  benar benar berkualitas. Selain itu penyalurannya pun lancar sebagai mana mestinya, yaitu  tidak ada  penyelewengan dalam penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Untuk memastikan kualitas beras dan tidak  ada penyelewengan dalam penyaluran,  anggota Komisi VIII DPR dalam masa reses I  melakukan kunjungan kerja  meninjau  gudang beras milik Peru Bulog, salah satunya di Subang, Jawa Barat,  Kamis (15 /10 /2020).

Pimpinan Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menjelaskan, kunjungan kerja kali ini difokuskan untuk meninjau langsung dan memastikan tidak ada penyelewengan dalam penyaluran bansos beras Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabar.

Kata Dedi, seperti yang diketahui telah beredar berita tentang beras bansos yang tercampur biji plastik di wilayah Jabar yang sedang di usut oleh Kejaksaan Negeri setempat.

“Kita sudah cek langsung kondisinya di Gudang BULOG tidak ada beras plastik dan tadi sudah dijelaskan oleh Direksi BULOG bahwa isu beras plastik dipastikan dilakukan oleh oknum yang terganggu, karena penyaluran bansos ini menggunakanan beras BULOG bukan beras mereka, serta kita mendorong Kejaksaan segera mengungkap oknum tersebut”, ujar Dedi.

Disamping itu Tim monitoring dan evaluasi BULOG terus berkerjasama dengan Kejaksaan Negeri setempat untuk mengusut laporan masyarakat terkait penemuan biji plastik dalam beras bansos. BULOG secara tegas meyakinkan, beras yang tercampur dengan biji plastik bukan berasal dari Perum BULOG.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan Perum BULOG harus didorong untuk terus bisa menyediakan stok beras berkualitas untuk program-program pemerintah, sehingga stok BULOG ini bisa berputar dan bisa terus menyerap beras hasil panen petani.

Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum BULOG, Bachtiar yang ikut mendampingi dan menerima kunjungan kerja tersebut menegaskan Perum BULOG  akan terus memaksimalkan penyaluran program Bansos Beras kepada Keluarga Penerima Manfaat dan berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras di pintu gudang BULOG di seluruh wilayah Indonesia.  Selanjutnya  Bansos Beras
diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang ditunjuk oleh Kementerian Sosial RI.

“Kami sudah menyediakan stok beras sesuai kualitas yang ditentukan untuk program Bansos Beras ini, sampai dengan 14 Oktober 2020, kami telah menyalurkan Beras Bansos ini sebesar 321.222 ton atau 71% dari pagu 3 alokasi.  Memperhatikan realisasi tersebut maka masih tersisa sebesar 128.778 ton untuk segera disalurkan, untuk itu perlu percepatan penyaluran Bansos Beras ini pada sisa hari di bulan Oktober ini”, kata Bachtiar. (Lili).

1,166 kali dilihat, 29 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *