Kopi Berkualitas Dipenguruhi oleh Penggunaan Ukuran, Takaran dan Timbangan yang Tepat dan Akurat

Direktur Metrologi, Rusmin Amin (kiri)dan founder Rumah Kopi Nusantara, Abdul Rochim(tengah) serta Ayu Siti Maryam selaku Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney (kanan) tampil menjadi narasumber Webinar yang bertemakan ‘’VERIFICOFFEE: From a Cup of Coffee to Export Quantity and Quality’, yang diselenggarakan Direktorat Metrologi, Ditje PKTN Kementerian Perdagangan, Kamis (1/10/2020). Webinar ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kopi se Dunia. (Foto Istimewa).

 

BANDUNG- Peringatan Hari Kopi Dunia jatuh pada setiap 1 Oktober. Terkait dengan itu, Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), memanfaatkan momentum tersebut dengan menggelar Webinar yang bertemakan  ‘’VERIFICOFFEE: From a Cup of Coffee to Export Quantity and Quality’. Tema webinar tersebut membahas tentang pemanfaatan alat ukur, takar dan timbangan ikut menentukan kualitas kopi.

‘’Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, dibutuhkan sebuah pengukuran, penakaran, dan penimbangan yang tepat dan akurat. Maksudnya proses pembuatan kopi yang nikmat itu tidak hanya ditentukan oleh jenis kopi, varian biji kopi atau metode seduh. Tetapi mulai dari suhu air, takaran, tingkat kadar air dari biji, akan menentukan kualitas dari kopi yang kita minum,’’ujar  Direktur Metrologi Ditjen PKTN Kemendag, Rusmin Amin ketika menjadi narasumber pada acara webinar yang bertemakan ‘’VERIFICOFFEE: From a Cup of Coffee to Export Quantity and Quality’ ,di  Bandung, Kamis (1/10/2020).

Menurut Rusmin lebih lanjut,hal ini sangat berhubungan erat dengan metrologi dan alat ukur yang digunakan. Kondisi yang setimbang atau Euilibrium Moisture Content merupakan salah satu kunci kenikmatan kopi itu sendiri.

Menurut Rusmin lebih lanjut, dalam proses pengolahan kopi  yang bisa dinikmati dipengaruhi mata pengukuran pengolaha kopi itu sendiri,mulai dari komposisi, ukuran biji kopi, kadar air, takaran, tekanan dan temperatur akan mempengaruhi rasa dan aroma kopi.

Kata Rusmin, Direktorat Metrologi  siap membantu petani dalam menghasilkan kopi berkualitas dengan memanfaatkan teknologi digital, artificial intelegence

Begitu pula dengan pengembangan gudang-gudang penyimpanan kopi dengan memperhatikan kadar air, kelembaban dan temperatur lingkungan sehingga dapat bertahan lama.

‘’ Direktorat Metrologi siap membantu petani  dalam menghasilkan kopi berkualitas dengan mengembangkan teknologi. Selain itu kami juga memiliki Laboratorium Pengujian Meter Kadar Air yang digunakan sebagai salah satu parameter untuk menguji kualitas dari biji kopi itu sendiri.

Dikatakan METR-ic (Metrology Information Center) yang berada di Direktorat Metrologi Jalan Pasteur No.27 Bandung  merupakan salah satu upaya untuk menjadikan pusat bagi para pengusaha kopi, pemilik kedai kopi, barista, dan akademisi tidak hanya untuk mengembangkan teknologi pengukuran, tetapi juga untuk memastikan alat ukur yang digunakan dalam pengolahan kopi sudah tepat dan benar.

founder Rumah Kopi Nusantara, Abdul Rochim yang menjadi narasumber pada webinar tersebut menambahkan,peranan metrologi sangat berkaitan dimulai  dari proses farming, roasting, dan brewing.

‘’Kualitas kopi kita sangat ditentukan oleh alat ukur dan konsistensi dalam penggunaan alat ukur tersebut, dari proses penanaman kopi di kebun hingga terhidang di cangkir yang kita minum itu sangat berkaitan dengan metrology,’ujar Abdul Rochim yang akrab disapa Pak Erik.

Menurut Abdul Rochim,ketidaksesuaian atau ketidak konsistenan dalam penggunaan alat ukur yang digunakan akan mempengaruhi citarasa dan kualitas kopi.

Pak Erik menambahkan  konsep “VerifiCoffee” yang dibangun oleh Direktorat Metrologi merupakan konsep besar yang menjadikan nilai tambah bagi rantai pengelolaan kopi

Sementara narasumber lainnya, Ayu Siti Maryam selaku Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney menyampaikan

Apa yang dilakukan oleh Direktorat Metrologi  dalam memberikan pengenalan bagaimana metrologi memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas kopi Indonesia membuka jendela pengetahuan baru bagi para pelaku usaha..

‘’Apabila ditindaklajuti bersama antara semua stakeholder  tentunya akan membantu meningkatkan mutu komoditas kopi Indonesia di pasar Internasional. Peningkatan daya saing dan pengembangan produk/design ekspor seperti membentuk persepsi konsumen terhadap kualitas produk melalui kadar air, pengemasan, dan promosi kopi Indonesia memiliki potensi transaksi ekspor kopi Indonesia sebesar 330.400 USD ke Australia yang diperoleh dari Kopi Gayo Bedetak, the Q Coffee dan Opal Coffee,’’beber Ayu

Ditempat terpisah, Veri Anggriono Dirjen PKTN menyampaikan, metrologi dan standardisasi merupakan salah satu komponen infrastruktur mutu yang dapat dikembangkan lebih jauh lagi sehingga dapat membantu Kementerian Perdagangan dalam meningkatkan ekspor non migas Indonesia.

Diinformasikan Webinar ini diikuti oleh 850 peserta yang berasal dari Unit Metrologi Legal, akademisi, asosiasi kopi, pelaku usaha, peneliti, dan unit kerja di lingkungan Kementerian Perdagangan. (L Supaeli).

 

1,004 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *