JANG MALAWANG, Inovasi Pemkot Tual Wujudkan Tertib Ukur Dapat Dijadikan Contoh oleh Daerah Lain

Direktur Metrologi,Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN)Kementerian Perdagangan,Rusmin Amin ketika menjadi moderator pada acara Webinar dengan narasumber Wali Kota Tual, Adam Rahayaan, saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rabu (23/9/2020).

TUAL-  Program andalan JANG  MALAWANG, inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Tual  Provinsi  Maluku menuju daerah tertib ukur dapat dijadikan contoh bagi  daerah lain. Selain itu juga pengembangannya disesusikan dengan karakter daerah masing-masing.Apalagi Pemerintah KotaTual sendiri melibatkan para camat dalam membantu mengedukasi masyarakat dapat menjadi contoh.

‘’Ke depan, camat-camat dapat dibekali dengan pengetahuan tentang kemetrologian sehingga membantu mengedukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,’’ujar Direktur  Metrologi,Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN)Kementerian Perdagangan,Rusmin  Amin ketika menjadi  moderator pada acara Webinar  dengan narasumber Wali Kota Tual, Adam Rahayaan, saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rabu (23/9/2020).

Rusmin Amin mengaku sangat terkesan dengan semangat para penera di Unit Metrologi Legal Kota Tual dalam memberikan pelayanan tera dan tera ulang dari pulau ke pulau.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tual untuk mewujudkan tertib ukur, walaupun kondisi geografis di Tual sangat sulit dan diperlukan perjuangan yang luar biasa dari para penera untuk dapat memberikan pelayanan tera dan tera ulang khususnya di wilayah pulau – pulau terluar,’’ujar Rusmin yang didampingi tim kreatif Direktorat Metrologi.

Menurut Rusmi inovasi pelayanan tera dan tera ulang  yang dikemas dalam program JANG  MALAWANG dari pulau ke pulau dan melibatkan elemen masyarakat seperti tokoh agama, komunitas PKK, dan Camat cukup baik. Selain itu,dapat berkolaborasi dengan kabupaten/kota lainnya sehingga bisa saling bersinergi.

Rusmin mengemukakan, apa yang dilakukan oleh Unit Metrologi Legal Kota Tual memberikan inspirasi baru bagi Kementerian Perdagangan dan juga Pemerintah Daerah lain. Kami tentunya akan terus membantu dan membimbing pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan dengan kegiatan-kegiatan yang kreatif, kolaboratif, dan pastinya kolaboratif. Dengan begitu sasaran terwujudnya tertib ukur secara nasional selama periode 2020-2024 dapat tercapai secara bertahap.

Sementara  Wali KotaTua  Adam Rahayaan  ketika menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi tersebut menuturkan,pelayanan tera  dan tera ulang bisa menjadi nilai  tambah bagi  Pemerintah Kota Tual. Selain itu juga pelayanan  tera dan tera ulang  sangat  menarik  bagi Pemkot Tual  untuk mewujudkan tertib ukur dalam kerangka perlindungan konsumen dan tertib niaga.

‘’Pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tual fokus pada bagaimana melindungi masyarakat dari penggunaan UTTP (Alat Ukur, Takar,Timbang dan Perlengkapan) yang tidak sesuai dengan ketentuan. Program JANG MALAWANG yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tual merupakan upaya memberikan pelayanan tera dan tera ulang dari pulau ke pulau dan mengedukasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya yang sesuai dengan ketentuan dan kewajiban tera ulang alat ukur agar hasil pengukurannya tepat dan adil,’’kata Adam Rahayaan.

Adam  Rahayaan melanjutkan,pelayanan kemetrologian yang dilakukan Unit Metrologi Legal  berlaku di seluruh wilayah Kota Tual, tidak terkecuali di pulau terluar sekalipun. Adakalanya dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, diperlukan penggunaan istilah yang mudah dipahami oleh masyarakat lokal. ‘’JANG MALAWANG’’ yang merupakan akronim dari ‘’Uji Timbangan, Mantapkan Alat, Membawa Untung’’.

‘’JANG MALAWANGini  merupakan Bahasa lokal Maluku yang berarti jangan melawan/membantah terhadap suatu perintah, dimana bertujuan untuk perlindungan, kenyamanan dan keamanan,’’ucap orang nomor satu di Pemkot Tual ini.

Walikota Tual, Adam Rahayaan saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rabu (23/9/2020). Pada kegiatan Webinar tersebut Adam Rahayaan, didampingi Wakil WaliKota Tual Usman Tamnge, Ketua DPRD KotaTual, Hasan Syarifudin Borut, Sekretaris Daerah Koa Tual, A. Yani Renuat dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Darnawati Amir serta beberapa camat di Kota Tual.

Pada kegiatan Webinar tersebut Adam Rahayaan,  didampingi Wakil WaliKota Tual  Usman Tamnge, Ketua DPRD KotaTual, Hasan Syarifudin Borut, Sekretaris Daerah Koa Tual, A. Yani Renuat dan Kepala DinasPerindustrian dan Perdagangan, Darnawati Amir serta beberapa camat di Kota Tual.

Sementara Wakil  Wali KotaTual,Usman Tamnge yang hadir mendamping Adam Rahayaan menambahkan edukasi dan sosialisasi menjadi bagian yang tidak terpisah dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, hal ini terlihat dari rencana Kota Tual untuk melibatkan tokoh agama, majelis taklim dan ibu-ibu PKK dalam upaya mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam mengenalkan metrologi legal.

‘’Kami akan secara intensif menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pemilik UTTP agar sadar tentang pentingnya tera dan tera ulang. Kami melibatkan tokoh agama, majelis taklim, tokoh masyarak serta ibu-ibu PKK agar lebih mengenal lagi tentang metrologi dan alat ukur’’ tambahnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Angriono Sutiarto mengatakan, perhatian Walikota Tual menjadi modal dan pemicu semangat tidak hanya internal Kota Tual, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Unit Metrologi Legal di Kabupaten/Kota lain untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan tera dan tera ulang yang terbaik kepada masyarakat dalam kondisi yang sulit dan terbatas sekalipun.

“Komitmen Pemerintah Kota tual untuk memberikan perlindungan konsumen dan mewujudkan tertib niaga dalam hal penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya perlu secara konsisten dijaga. Dengan demikian tujuan untuk menjadikan Kota Tual sebagai Daerah Tertib Ukur dpaat terwujud.’’ tutur Veri.

Rusmin Amin menambahkan,kegiatan Webinar yang yang diselenggarakan Direktorat Metrologi pada hari ini yang diikuti 682 peserta dari seluruh Unit Metrolgi Legal Kabupaten/kota, OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tual, mahasiswa dan akademisi serta stakeholder terkait dibidang kemetrologian memberikan nuansa yang berbeda. Setiap daerah memiliki keunikan dan tantangan tersendiri dimana hal tersebut menjadi daya tarik untuk dapat dikembangkan dari sisi prmosi atau branding metrologi di masyarakat. (L. Supaeli)

470 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *