Guna Lindungi Konsumen,Pemerintah Berlakukan Pengendalian IMEI Perangkat Telekomunikasi

Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung seluruh operator telekomunikasi seluler mengeluarkan kebijakan bersama tentang pengendalian International Mobile EquipmentIdentity (IMEI) untuk perangkat telekomunikasi jenis handphone, computer genggam, dan komputer tablet (HKT)

JAKARTA- Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap konsumen, pemerintah telah memberlakukan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) secara penuh untuk perangkat telekomunikasi jenis handphone, computer genggam, dan komputer tablet (HKT) pada 18 April 2020 sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui IMEI.

Kebijakan pengendalian IMEI tersebut diselenggarakan bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung seluruh operator telekomunikasi seluler.

‘’Pengendalian IMEI pada perangkat telekomunikasi yang dibeli dan menggunakan perangkat yang memenuhi standar,sah atau legal dapat memberikan kepastian hukum kepada operator dalam menghubungkan perangkat yang sah ke jaringan telekomunikasi,’’ujar Dirjen Perlindungan Konsumen danTertib Niaga (PKTN)Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke redaksi Intifocus.com,Jum’at (18/9/2020).

Sejak diberlakukannya peraturan tersebut,kata Veri, sistem Central Equipment Identity Register (CEIR) sebagai pusat pengolahan informasi IMEI telah dibangun oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) untuk mengintegrasikan sistem Equipment Identity Register dari 5 operator.Penyempurnaan sistem dilakukan terus menerus untuk menjamin kesiapan pengendalian IMEI.

Veri memberitahukan pada 15 September 2020 pukul 17.00 WIB sistem CEIR dan EIR telah selesai dilakukan proses stabilisasi sistem dan Pelaksanaan Pengendalian IMEI Nasional  beroperasi sepenuhnya pada 15 September 2020 pukul 22.00.

‘’Seluruh perangkat HKT yang IMEI nya tidak terdaftar di dalam sistem CEIR, tidak akan mendapatkan layanan jaringan perangkat telekomunikasi bergerak seluler. Oleh karena itu, masyarakat yang akan membeli perangkat HKT terlebih dahulu memastikan IMEI-nya tercantum pada kemasan dan perangkat HKT serta mengecek IMEI perangkatnya di http://imei.kemenperin.go.id.,’’tutur Veri.

Selanjutnya tambah Veri, untuk melakukan uji coba perangkat yang akan dibeli dengan memasukkan SIM card. Pastikan perangkat tersebut mendapatkan sinyal dari operator.

‘’Jika tidak mendapat sinyal, patut diwaspadai bahwa perangkat tersebut tidak terdaftar.Untuk pembelian secara online, pastikan bahwa penjual menjamin IMEI perangkat sudah tervalidasi dan teregistrasi ,sehingga dapat digunakan,’’ Veri mengingatkan.

Demikian juga pedagang offline maupun online, ujar Veri, harus bertanggungjawab terhadap HKT yang diperdagangkan. Adapun bagi masyarakat yang membeli secara daring atau membawa perangkat dari luar negeri melalui bandar udara dan pelabuhan, dapat mendaftarkan IMEI perangkat melalui https://www.beacukai.go.id/register-imei.html. Aktivasi perangkat dengan sim card Indonesia akan bisa dilakukan maksimal 2 x 24 jam.

‘Dia menambahkan untuk penyampaian keluhan teknis dapat melalui gerai layanan operator telekomunikasi. Untuk hal yang berkaitan dengan kebijakan dan regulasi dapat menghubungi Call Center Kominfo 159. (L.Supaeli).

1,044 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *