Lomba Metrology Tiktok Challenge untuk Bangun Jiwa Kreatif Unit Metrologi Legal

Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan menggelar Webinar “Bedah Komunikasi Visual METizen, Kamis (10/9/2020). Dengan narasumber, Direktur Metrologi, Rusmi Amin dan Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bandung (ITB), Banung Grahita serta Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad), Wenny Widyawati

 

BANDUNG –Direktorat Metrologi, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan terus berupaya mensosialisasikan metrologi dalam rangka mewujudkan tertib ukur dengan berbagai cara. Salah satu upaya sosialisasikan yang dilakukan Direktorat Metrologi, yaitu  memanfaatkan media sosial dengan mengadakan lomba Metrology Tiktok Challenge”

‘’Lomba Metrololy Tiktok Challenge ini diadakan dalam rangka hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 diikuti oleh 26 Peserta yang sebagian besar berasal dari Unit Metrologi Legal Kabupaten/Kota dan Mahasiswa Akademi Metrologi,’’jelas Direktur Metrologi, Rusmin Amin ketika menjadi narasumber Webinar “Bedah Komunikasi Visual METizen, Kamis (10/9/2020).

Rusmi mengatakan, melalui lomba Metrology Tiktok Challenge” diharapkan Unit Metrologi Legal Kabupoaten/Kota berani untuk berkreasi dan memunculkan ide-ide kreatif dalam memperkenalkan pelayanan metrologi legal di daerah dan mempromosikan metrologi.

Dia menambahkan, lomba Metrology Tiktok Challenge ini, bisa juga menjadi salah satu cara membangun jiwa kreatif antar Unit Metrologi Legal Kabupaten/Kota memperkenalkan metrologi kepada masyarakat.

Rumin menuturkan, lomba Metrology Tiktok Challenge merupakan upaya menyampaikan pesan istilah metrology yang dikemas secara kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan medsos.

‘’Melalui cara ini tentu metrologi akan lebih  dikenal masyarakat, sehingga hal ini menjadi kunci terwujudnya tertib ukur,’’tutur Rusmin.

Karena itu, ucap Rusmin, aspek kreatif dan inovatif menjadi tantangan dalam memproduksi konten-konten material publikasi, baik itu dalam media cetak maupun dalam media sosial.

‘’Media sosial merupakan salah satu sarana yang potensial untuk memperkenalkan metrologi kepada masyarakat secara luas dengan berbagai karakteristik. METizen atau Metrologi Citizen adalah satu satu komunitas yang dibangun dalam rangka mencitrakan metrologi dalam upaya mewujudkan tertib ukur itu sendiri,’’beber Rusmin.

Tanggapan digelar lomba Metrology Tiktok Challenge ini pun disampaikan oleh Kepala  Unit Metrlogi Legal (UML )Kota Cimahi, Reni Septia,  salah satu peserta lomba “Metrology Tiktok Challenge”

“Metrology Tiktok Challenge yang dilakukan oleh Direktorat Metrologi bagi kami merupakan tantangan agar kami dapat menuangkan ide-ide kreatif  dalam video singkat untuk memperkenalkan tentang apa yang  dilakukan sehari-hari dalam memberikan pelayanan metrologi legal”, ujar Reni Septia.

Sementara narasumber lain dalam webinar tersebut,Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bandung (ITB), Banung Grahita dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad), Wenny Widyawati

Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual, ITB, Banung Grahita, berpendapat untuk membuat konten yang menarik harus dapat menghadirkan informasi dan emosi, sehingga dapat menghadirkan aspek rasa dan dapat memberikan stimulus secara visual.

“Memperkenalkan istilah metrologi melalui media komunikasi visual perlu dilakukan dengan memproduksi konten-konten yang kreatif, sehingga dapat mengemas suatu permasalahan secara holistic, dilihat dari berbagai sudut pandang,’’tutur Banung.

Hal ini,tambah Banung sangat menarik dan perlu disesuaikan dengan target audiens, pesan yang ingin disampaikan dan media yang digunakan.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Unpad, Wenny Widyawati, menambahkan unsur-unsur dalam komunikasi adalah berawal dari siapa sumbernya, apa pesannya, saluran mana yang digunakan, siapa penerimanya, apa efeknya, dan apa umpan balik yang diharapkan.

“Komunikasi publik dapat dimulai melalui hal-hal yang sederhana, dengan membuat beberapa analogi untuk lebih memudahkan”, ucap Wenny.

Webinar “Bedah Komunikasi Visual METizen dihadiri oleh 709 peserta yang berasal dari Unit Metrologi Legal, mahasiswa, dosen, widyaiswara, dan pegawai di lingkungan Kementerian Perdagangan. (L. Supaeli).

 

1,782 kali dilihat, 17 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *