Terwujudnya Daerah Tertib Ukur, Menujukkan Bukti Kota Perdagangan yang Maju

Direktur Metrologi, Rusmin Amin (Kiri) sebagai moderator dalam acara webinar dengan topik “TEMBANG INDAH SI JEMPOL (Tera Timbangan Insya Allah Berkah – Siap Jemput Bola)” dan selaku narasumber Walikota Padang Panjang Fadly Amran (kanan). (Foto : Istimewa)

 

PADANG PANJANG – Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat mengembangkan  Program “TEMBANG INDAH SI JEMPOL (Tera Timbangan Insya Allah Berkah – Siap Jemput Bola)”.

” Program ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Padang Panjang sebagai Daerah Tertib Ukur. Program ini akan fokus pada pemberdayaan pasar terutama di pasar hasil pertanian dan sejalan dengan program Pasar Tertib Ukur ber-SNI,”ujar Walikota Padang Panjang Fadly Amran ketika menjadi  narasumber dalam webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi dengan topik “TEMBANG INDAH SI JEMPOL (Tera Timbangan Insya Allah Berkah – Siap Jemput Bola)” di Kota Padang Panjang yang berlangsung di Kota Bandung dan Kota Padang Panjang pada Kamis (27/8/2020).

Fadly menuturkan lebih lanjut, Program  “TEMBANG INDAH SI JEMPOL ini menjadi perhatian atau fokus Pemkot Padang Panjang,dalam rangka membangun metrologi legal  dari sisi penguatan pasar di daerah tersebu.

Karena  pasar, ujar Fadly bagi Pemerintah Kota Padang Panjang  menjadi urat nadi perekonomian di kota tersebut. Bahkan  menurut  Badan Pusat  Statistik(BPS)  tahun  2020, pasar  memberikan kontribusi  terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Padang Panjang sebesar 18,44%.

Dikatakan, menyediakan pasar tertib ukur ber-SNI menjadi sasaran kinerja Pemerintah  Kota Padang Panjang dalam 5 tahun ke depan.

Pasar-pasar ini, ujar  Fadly diharapkan dapat mengubah citra pasar tradisional menjadi lebih baik, dimana masyarakat semakin yakin dan nyaman berbelanja di pasar tertib ukur ber-SNI karena timbangannya sudah tepat, ada pos-pos untuk mengadu apabila timbangan tidak sesuai, bersih, dan nyaman.

Fadly menerangkan  peggabungan konsep Pasar Tertib Ukur dan Pasar ber-SNI merupakan inovasi Pemerintah Kota Padang Panjang untuk memberikan dampak yang siginfikan bagi sektor perdagangan dan perlindungan konsumen serta upaya mewujudkan Kota Tertib Ukur.

‘’Kota yang Tertib Ukur adalah salah satu bukti penggabungan ciri Kota Padang Panjang sebagai kota perdagangan yang maju, kota Serambi Mekah yang Islami , serta kota yang mempunyai integritas, sehingga kebenaran pengukuran menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat di Kota Padang Panjang, ‘beber Fadly.

Kata Fadly,Pemkot Padang Panjang akan  menerjunkan langsung SDM Unit Metrologi Lega setempat untuk menjemput bola secara aktif.

‘’Selain itu, Pemerintah Kota Padang Panjang memandang perlu  memberikan  penghargaan bagi wajib tera yang aktif meneraulangkan UTTPnya,’’imbuh Fadly.

Terkait komitmen Kota Padang Panjang untuk mewujudkan daerah tertib ukur direspon positif oleh Direktur Metrologi, Rusmin Amin.

Kata Rusmi, Kota Padang Panjang telah menerima penghargaan dari Kementerian Perdagangan diantaranya adalah Daerah Tertib Ukur (DTU) dan Pasar Tertib Ukur (PTU) pada tahun 2017. Hal ini tentu saja patut diapresiasi. Karena itu, pihaknya megharapkan inovasi untuk mewujudkan tertib ukur tersebut akan terus berkembang dan akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kegiatan metrologi legal.

‘’ Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Metrologi Ditjen PKTN akan membantu dan mendukung upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan tertib ukur dan menumbuhkembangkan budaya tertib ukur,’’kata Rusmin.

Menurut Rusli lebih lanjut, memberdayakan dan memperkuat pasar tradisional melalui tertib ukur dapat mengubah citra pasar tradisional yang pada gilirannya akan meberikan dampak yang signifikan bagi daerah. Hal sederhana untuk memulai membangun metrologi di daerah.

Diinformasikan webinar dengan topik “TEMBANG INDAH SI JEMPOL (Tera Timbangan Insya Allah Berkah – Siap Jemput Bola)”yang diselenggarakan Direktorat Metrologi Ditje PKTN Kemendag yang bekerjasama degan Pemkot Padang Panjang tersebut diikuti 687 orang pegawai  Unit Metrologi Legal Kabupaten/kota di Indonesia, pegawai Kementerian Perdagangan dan pegawai dibas pengawas Kota Padang Panjang dan pihak lainnya.(Lili)

2,189 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *