Ulama dan Santri Miliki Potensi Perkenalkan Metrologi Legal Saat Berdakwah

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Metrologi Ditjen PKTN (Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bersama Pemerintah Kabupaten menyelenggarakan Webinar dengan topik ‘’Peran Metrologi Dalam Mewujudkan Tertib Ukur di Kabupaten Majalengka’’. Pada acara webinat tersebut selaku pembicara Bupati Majalengka, Karna Sobahi dengan moderator, DIrektur Metrologi, Rusmi Amin, yang berlangsung di Komplek Kantor Bupati Majalengka Kamis (6/8/2020).

MAJALENGKA–Ulama dan santri di Majalengka memiliki potensi untuk memperkenalkan metrologi legal saat berdakwah kepada masyarakat. Terkait dengan itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan focus untuk mengenalkan metrologi ke kalangan ulama dan santri,  karena daerah tersebut memiliki total 264 pondok pesantren dan 17.444 santri.

‘’Hal ini merupakan potensi, dimana kalangan santri nantinya diharapkan untuk menyebarkan pengenalan metrologi tersebut kepada masyarakat,’ujar Bupati Majalengka, Karna Sobari ketika menjadi pembicara pada acara Webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi dengan topik “Peran Metrologi Dalam Mewujudkan Tertib Ukur di Kabupaten Majalengka’’ yang berlangsung di Komplek Kantor Bupati Majalengka Kamis (6/8/2020).

Karna melanjutkan, Pemkab Majalengka melibatkan ulama dan santri dalam mempekenalkan metrologi legal melalui Program ‘’ULAMA’’.

Program ‘’ULAMA’’, jelas Karna ini merupakan program di Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Majalengka untuk lebih mengenalkan metrologi legal kepada masyarakat melalui media dakwah.

‘’Program ‘ULAMA’’ itu sendiri sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Majalengka Raharja yaitu ‘’Mewujudkan Tata Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Majalengka yang Religius, Adil, Harmonis dan Sejahtera’’.

‘’Dimana dalam visi religius, metrologi sudah menjadi kewajiban untuk seluruh agama. Pada intinya, seluruh agama yang ada di Indonesia, mengamanatkan bahwa pengukuran, penakaran, dan penimbangan harus dilakukan dengan adil, benar dan tidak ada kecurangan, sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang adil dan makmur dalam arti sesungguhnya” beber Karna.

Direktur Metrologi Rusmin Amin mengatakan Kementerian Perdagangan mengapresiasi dan mendukung upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dalam berinovasi sebagai upaya mewujudkan tertib ukur di wilayahnya.

‘’Upaya pemerintah daerah untuk lebih mengenalkan metrologi ke masyarakat ini patut diapresiasi, salah satunya Kabupaten Majalengka yang memiliki inovasi dan mengenalkan program ‘’ULAMA’’ yang memiliki kepanjangan Unit Layanan Metrologi Amanah,’’ujar Rusmin.

Rusmin menjelaskan,kegiatan webinar dengan mengundang Bupati Majalengka ini adalah kegiatan webinar pertama kalinya yang diselenggarakan oleh Direktorat Metrologi yang mengundang kepala daerah.

‘’Untuk selanjutnya sedang dilakukan penjajakan dengan kepala daerah di kabupaten/kota lain yang melakukan terobosan dan inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan kemetrologian dan pemahaman masyarakat di bidang metrologi legal. Inovatif, kreatif, dan kolaboratif menjadi kunci utama mewujudkan tertib ukur.

Rusmin juga menyampaikan, selain di Kabupaten Majalengka, ada beberapa Bupati dan Walikota yang tertarik untuk berbagi pengalaman dalam upayanya memajukan metrologi legal.

Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi kepala daerah dan kepala dinas untuk berbagi pengalaman dalam mewujudkan tertib ukur di wilayahnya melalui kegiatan webinar yang kami adakan,” imbuh Rusmi.

Sementara kegiatan webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi dengan topik “Peran Metrologi Dalam Mewujudkan Tertib Ukur di Kabupaten Majalengka’’, diikuti sekitar 551 peserta yang terdiri dari pegawai di Unit Metrologi Legal Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia, akademisi, peneliti dan dinas kabupaten/kota.(Lili)

 

 

3,535 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *