Kemendag  Instruksikan  Distributor  Segera Distribusikan Gula  ke Konsumen  Sesuai HET

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat melakukan video Conference dengan wartawan terkait pendistribusian dan stabilisasi harga gula.

JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag)  terus berupaya  menstabilkan  harga  gula yang dibutuhkan masyarakat  saat ini, ditengah melonjaknya  harga komoditi  tersebut yang melampaui  HET (Harga Eceran  Tertinggi).

Maksudnya  harga gula pasir di pasaran itu  dijual di atas  harga HET  yaitu sebesar Rp 12.500  per kg.  Bukti adanya lonjakan harga jual ini diketahui berdasarkan hasil  pemantauan  Kemendag di 223 pasar di 96 kabupaten kota yang tersebar di 34 provinsi sebesar Rp 18.300 per kg per 22 April 2020 atau naik 4,57% dibanding bulan lalu yang Rp 17.500 per  kg.

”Upaya untuk menstabilkan harga gula tersebut  Pak  Mendag secara tegas telah mengintruksikan  seluruh distributor yang saat ini menyimpan stok agar tidak menahan stok yang diperoleh dari produsen dan segera mendistribusikan gula dengan menjaga harga di tingkat konsumen sesuai HET Rp 12.500   per  kg.,”ujar  Direktur Jenderal  Perdagangan Dalam  Negeri  Suhanto usai mendampingi Menteri  Perdagangan,  Agus Suparmanto  melakukan  video  Conference  terkait distribusi gula pasir, di Kantor  Kemendag,  Jakarta,  Selasa (28/4/2020).

Kata Suhanto melanjutkan,  Mendag juga instruksikan kepada distributor agar memotong rantai distribusi gula, dengan tidak menjual gula kepada distributor lain karena berdasarkan hasil pengawasan Kementerian Perdagangan masih terdapat distributor yang menjual gula ke distributor lain di luar wilayah distribusinya yang berpotensi menyebabkan tingginya harga gula.

Kata  Suhanto  upaya lain  yang dilakukan Kemendag dalam rangka menurunkan harga gula yang terus meningkat ini, yaitu dengan mengalihkan sebagian dari kebutuhan produksi makanan-minuman.

Menurutnya tidak hanya itu saja yang dilakukan  Kemendag  dalam upaya menstabilkan  harga gula ini.  Langkah lainnya yaitu memberdayakan gula rafinasi impor sebanyak  250 ribu ton yang  diolah menjadi  gula kristal putih  untuk bisa dikonsumsi masyarakat.

Kata Suhanto  produsen gula milik  BUMN  maupun swasta  dan importir yang mendapat penugasan   wajib mengikuti kebijakan HET Gula sebesar Rp 12.500 per kg.

”Kami di Kemendag  meminta  kepada produsen dan distributor yang mendapat penugasan pendistribusian  agar langsung mendistribusikan komoditi tersebut ke pasar  ritel  modern  dan pasar  tradisional dengan harga sesuai  HET  Rp 12. 500 per kg, ” tegas  Suhanto.

Ketika ditanyakan kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto  apakah  akan merevisi HET  Gula yang saat ini berlaku sebesar  Rp 12.500 per kg?

Mendag  Agus  menyatakan, pihaknya belum ada rencana untuk melakukan revisi HET Gula yang berlaku saat ini.

”Sementara ini belum ada rencana  untuk  menaikkan HET Gula . Harga produksi gula masih di bawah HET. Karena itu, sampai saat ini belum ada peninjauan atau menaikkan HET,” ujar Mendag Agus.

Mendag Agus  menambahkan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan gula secara merata khususnya bagi masyarakat di Indonesia Bagian Timur, pihaknya meminta kepada produsen untuk memanfaatkan tol laut yang merupakan salah satu program pemerintah sebagai salah satu alternatif untuk menjangkau daerah tertinggal, terluar, dan terpencil. (Lili).

308 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *