Kemenperin Berupaya Jaga Pasar Ekspor IKM Furnitur dan Kerajinan

Produk kerajinan hasil industri kecil menengah (IKM).

JAKARTA – Direktur Jenderal Industri Kecil, Menegah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih mengatakan,  Industri Kecil Menengah (KM) furniture dan kerajinan, salah satu sektor industri yang memiliki orientasi ekspor dan masih berpotensi memiliki ceruk penghasil devisa yang besar

‘’Karena itu, Kemenperin berupaya menjaga pasar-pasar tujuan ekspor para pelaku IKM seperti sektor furnitur dan kerajinan) agar tetap melanjutkan pemesanannya dari Indonesia,’’ujar Gati dalam siaran persnya, Kamis (16/4/2020).

Sehubungan dengan itu, lanjut Gati, pihaknya akan menugaskan petugas Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) dan atase perdagangan untuk memberikan pengumuman kepada para buyers yang mengimpor furnitur dan craft dari Indonesia agar ordernya tidak dibatalkan.

Gati menyampaikan, dengan kondisi saat ini di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah, Ditjen IKMA Kemenperin akan mengawal pelaku IKM furnitur dan kerajinan dalam negeri agar tetap produktif hingga lancar proses pengapalan produknya.

“Menurut pantauan kami, pelaku IKM kerajinan turut merasakan dampak dari mewabahnya COVID-19 di Indonesia, salah satunya adalah pembatalan pemesanan dari beberapa buyer di luar negeri yang mencapai 3-5 persen,” ungkapnya.

Selain itu, terjadi penangguhan pembelian hingga 70 persen.

Berhentinya aktivitas operasional pelabuhan di negara tujuan ekspor juga menjadi salah satu kendala IKM tanah air di sektor furnitur dan kerajinan. Akibatnya, aktivitas ekspor menurun siginifikan yang membuat cashflow perusahaan terganggu hingga mengakibatkan kredit yang dibayarkan berpotensi mengalami kemacetan. (Lii).

393 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *